
DEIYAI, Tiiruu.com – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai, Marselius Bobi, S.Pd., M.Pd., Gr., mewakili Kepala Dinas Pendidikan, menyerahkan sertifikat kepada 300 siswa peserta kursus dan lomba Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Yayasan Safa Foundation. Penyerahan sertifikat berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai, Jumat (31/7/2026).
Program kursus Bahasa Inggris tersebut dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Deiyai.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang PAUD dan PNFI Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Longginus Pekei, perwakilan Yayasan Safa Foundation Naomi Pigome, perwakilan orang tua siswa, para kepala sekolah, serta sekitar 300 peserta yang telah menyelesaikan program kursus.
Dalam sambutannya, Marselius Bobi menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Safa Foundation yang telah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris para pelajar di Deiyai.
Ia menjelaskan bahwa sebanyak 300 siswa mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam tiga lokasi pembelajaran, yakni di Mugouda, SMP YPPK, dan Tigi Barat.
“Kami dari Dinas Pendidikan menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Safa Foundation yang telah memberikan kursus Bahasa Inggris selama satu bulan kepada anak-anak kami. Program ini sangat membantu meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri para siswa,” ujar Marselius.
Ia menegaskan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti setelah program kursus selesai. Menurutnya, pendidikan merupakan proses sepanjang hayat yang harus terus dijalani.
“Kita belajar Bahasa Inggris tidak hanya saat mengikuti kursus saja, tetapi di mana saja kita harus terus belajar. Pendidikan adalah seumur hidup, maka kita harus terus belajar. Apa yang sudah diajarkan selama kursus harus diulang kembali, kemudian ketika guru Bahasa Inggris mengajar di sekolah, kalian harus terus belajar dan tidak boleh berhenti,” pesannya kepada para siswa.
Marselius juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari peserta, orang tua, hingga kepala sekolah.
“Kami berterima kasih kepada siswa-siswi yang telah mengikuti kursus dan lomba Bahasa Inggris. Terima kasih juga kepada para orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya mengikuti kegiatan ini, serta kepada para kepala sekolah yang telah mengarahkan siswa dan menyediakan tempat pelaksanaan kursus,” katanya.
Lebih lanjut, Marselius mengingatkan bahwa sertifikat bukanlah tujuan utama, melainkan bukti bahwa seseorang telah mengikuti proses pembelajaran. Menurutnya, nilai sesungguhnya terletak pada ilmu pengetahuan yang dimiliki.
“Sertifikat itu berharga, tetapi harus diimbangi dengan ilmu. Kalau hanya memiliki sertifikat tetapi tidak memiliki pengetahuan, itu tidak ada artinya. Sertifikat hanyalah bukti bahwa kita pernah mengikuti kursus, sedangkan yang menjadi ukuran adalah ilmu yang kita miliki,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguasaan Bahasa Inggris menjadi salah satu kunci untuk membuka wawasan dan berkompetisi di tingkat yang lebih luas.
“Orang yang bisa melihat dunia adalah orang yang menguasai Bahasa Inggris. Karena itu, Bahasa Inggris sangat penting. Setelah menerima sertifikat jangan menjadi sombong dan merasa sudah paling pintar. Tetap rendah hati, terus belajar, dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah,” tutup Marselius.
Penyerahan sertifikat tersebut menjadi penutup rangkaian program kursus dan lomba Bahasa Inggris yang diinisiasi Yayasan Safa Foundation sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Deiyai melalui penguatan kemampuan berbahasa asing sejak usia sekolah.










































