
Jayawijaya,tiiruu.com – Puluhan warga di Distrik Itlay Hisage, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, dilaporkan mengalami dugaan penyakit kulit yang hingga kini belum diketahui penyebab pastinya. Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian masyarakat karena kasus serupa ditemukan pada berbagai kelompok usia, terutama anak-anak dan ibu hamil.
Pemuda Kampung di wilayah Distrik Itlay Hisage, Soleman Itlay, yang melakukan pemantauan dan pendataan awal, mengatakan gejala yang dialami warga umumnya diawali dengan rasa gatal pada kulit, kemudian berkembang menjadi luka hingga mengeluarkan nanah.
“Berdasarkan hasil pengamatan dan pendataan sementara, banyak warga mengalami gejala yang sama. Kasus paling banyak ditemukan pada anak-anak, namun ada juga warga dewasa yang mengalami kondisi tersebut,” kata Soleman.
Ia menjelaskan, sejak Minggu (2/8/2026), pihaknya mulai melakukan wawancara dengan sejumlah warga, termasuk salah satu warga bernama Ronald, serta melakukan pendataan awal terhadap masyarakat yang diduga mengalami penyakit kulit tersebut.
Menurut keterangan warga, gejala penyakit mulai muncul sejak April 2026 dan hingga saat ini jumlah warga yang mengalami keluhan serupa terus bertambah.
Kasus dugaan penyakit kulit tersebut ditemukan di sejumlah kampung, di antaranya Kampung Lukaken, Sagesalo, Yogonima, Sumunikama, Tomisa, Kemisake, serta wilayah sekitarnya.
Dari hasil pendataan sementara, sedikitnya 22 warga telah tercatat mengalami gejala yang sama. Namun jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena masih terdapat warga yang belum terdata secara menyeluruh.
Soleman menegaskan, pendataan yang dilakukan masyarakat tersebut masih merupakan pengamatan awal dan bukan hasil diagnosis medis. Karena itu, diperlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab penyakit, jenis penyakit yang dialami warga, serta langkah pengobatan yang tepat.
Melalui laporan kondisi tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, khususnya Dinas Kesehatan, dapat segera mengirimkan tim medis ke Distrik Itlay Hisage untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, investigasi epidemiologi, pendataan menyeluruh, pemberian pengobatan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Kami berharap pemerintah dapat segera melihat kondisi masyarakat di Distrik Itlay Hisage agar penyakit ini tidak semakin meluas dan warga yang mengalami sakit bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Soleman.
Masyarakat menyampaikan bahwa laporan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan warga dan bukan untuk menyalahkan pihak mana pun, melainkan sebagai upaya mendorong perhatian serta penanganan cepat dari pihak terkait.
Data awal warga yang diduga mengalami gejala penyakit kulit:
- Yopen Mulait (7 tahun)
- Olina Hisage (7 tahun)
- Semai Hisage (5 tahun)
- Yohanes Mulait (5 tahun)
- Elisa Hisage (5 tahun)
- Nata Itlay (4 tahun)
- Yanti Hisage (9 tahun)
- Monika Molama (7 tahun)
- Yepan Hisage (7 tahun)
- Paskalis Hisage (10 tahun)
- Seber Hisage (7 tahun)
- Luis Itlay (7 tahun)
- Matu Itlay (6 tahun)
- Genny Itlay (4 tahun)
- Soleman Itlay (2 tahun)
- Marsel Itlay (31 tahun)
- Eliakim Mulait (31 tahun)
- Weak Mulait (7 tahun)
- Jemput Mulait (6 tahun)
- Nailon Itlay (5 tahun)
- Samuel Itlay (4 tahun)
- Siska Itlay (4 tahun)
Catatan: Pendataan ini masih bersifat sementara. Masih terdapat sejumlah warga yang diduga mengalami gejala serupa namun belum tercatat secara lengkap.
Pemeriksaan dan penanganan dari tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan kondisi warga serta mencegah kemungkinan penyebaran penyakit lebih luas di wilayah Distrik Itlay Hisage. (*).










































