Beranda POLHUKAM Theo Hesegem Keberatan Namanya Dicatut dalam Pemberitaan Damar Papua

Theo Hesegem Keberatan Namanya Dicatut dalam Pemberitaan Damar Papua

23
0

Wamena, Tiiruu.com — Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), Theo Hesegem, menyampaikan klarifikasi dan keberatan resmi kepada Redaksi Damar Papua terkait penggunaan nama, foto, dan atribusi dirinya dalam sebuah pemberitaan mengenai dugaan penyanderaan sembilan perempuan di Jila, Kabupaten Mimika.

 

Keberatan tersebut disampaikan Theo melalui surat tertanggal 23 Agustus 2026. Ia mempersoalkan pemberitaan berjudul “Gereja Konfirmasi TPNPB Kodap III Ndugama Sandera 9 Anak di Jila, Sebby Sambom Tak Bisa Berdalih Lagi” yang mencantumkan nama dan fotonya dengan atribusi “Oleh: Theo Hesegem Pegiat HAM Papua”.

 

Theo mengatakan dirinya tidak pernah memberikan persetujuan kepada Redaksi Damar Papua untuk menggunakan nama dan fotonya sebagai atribusi penulis apabila artikel tersebut bukan merupakan tulisan yang dibuat olehnya.

 

“Saya menyampaikan keberatan ini bukan untuk membatasi kebebasan pers ataupun menghalangi kerja jurnalistik, tetapi untuk memastikan bahwa nama, foto, identitas, dan posisi saya tidak digunakan untuk mengatribusikan pernyataan yang tidak pernah saya sampaikan,” kata Theo dalam surat klarifikasinya.

 

Ia meminta Redaksi Damar Papua menjelaskan secara terbuka dasar pencantuman namanya sebagai penulis, sumber naskah, pihak yang mengirimkan artikel, serta asal-usul foto dirinya yang digunakan dalam pemberitaan tersebut.

 

Theo juga mempertanyakan apakah artikel tersebut telah mengalami penyuntingan, penggabungan, penulisan ulang, atau perubahan substansi sebelum diterbitkan. Menurut dia, jika memang terjadi kesalahan atribusi, seharusnya redaksi segera melakukan koreksi terhadap nama dan foto yang digunakan.

 

Tegaskan Posisi soal Dugaan Penyanderaan

 

Selain mempersoalkan atribusi, Theo juga meluruskan posisi dirinya dan YKKMP mengenai informasi dugaan penyanderaan atau penculikan sembilan perempuan di Jila.

 

Ia merujuk pada wawancaranya dengan Republika yang diterbitkan dengan judul “Kabar Penyanderaan Sembilan Perempuan di Jila, YKKMP Desak Investigasi Independen”. Dalam pemberitaan tersebut, posisi Theo dan YKKMP adalah mendorong investigasi independen untuk memastikan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

 

Theo menegaskan bahwa dorongan investigasi tidak dapat dipahami sebagai kesimpulan bahwa pihak tertentu telah terbukti melakukan penyanderaan.

 

“Sebagai pegiat HAM, saya berpegang pada prinsip bahwa dugaan pelanggaran HAM harus diverifikasi melalui fakta, kesaksian, pemeriksaan lapangan, dan proses investigasi yang independen serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

 

Menurut Theo, informasi atau dugaan mengenai suatu peristiwa harus dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi melalui proses investigasi.

 

Karena itu, ia keberatan apabila nama dan fotonya digunakan dalam pemberitaan yang dapat memberikan kesan kepada publik bahwa dirinya telah mengonfirmasi TPNPB Kodap III Ndugama melakukan penyanderaan terhadap sembilan anak atau perempuan di Jila.

 

“Saya tidak dapat bertanggung jawab atas pernyataan yang bukan berasal dari saya,” tegasnya.

 

Minta Koreksi dan Bukti Sumber

 

Theo meminta Redaksi Damar Papua memberikan klarifikasi tertulis mengenai dasar pencantuman namanya sebagai penulis dan menjelaskan sumber penggunaan fotonya.

 

Ia juga meminta redaksi menunjukkan naskah asli apabila pemberitaan tersebut memang diklaim sebagai tulisan dirinya. Jika terdapat bagian tulisan yang disebut berasal dari pernyataannya, Theo meminta redaksi menunjukkan rekaman, transkrip, atau sumber asli pernyataan tersebut agar konteks dan substansinya dapat diperiksa secara jelas.

 

“Apabila terbukti terdapat kesalahan atribusi, saya meminta Redaksi segera melakukan koreksi terhadap nama dan foto saya,” demikian isi surat tersebut.

 

Theo juga meminta agar namanya dihapus sebagai penulis apabila artikel tersebut bukan tulisannya. Ia meminta foto dirinya dihapus atau diganti apabila digunakan tanpa dasar yang jelas.

 

Lebih lanjut, Theo meminta Redaksi Damar Papua tidak lagi menggunakan nama maupun fotonya dalam pemberitaan lain yang dapat menimbulkan kesan bahwa dirinya telah menyatakan atau mengonfirmasi sesuatu yang tidak pernah disampaikannya.

 

Tidak Persoalkan Kebebasan Pers

 

Theo menegaskan keberatannya bukan karena dirinya tidak menyukai isi pemberitaan. Menurut dia, persoalan utama adalah akurasi atribusi, penggunaan nama dan foto, serta kemungkinan adanya pernyataan yang disandangkan kepadanya tanpa dasar.

 

“Saya perlu menegaskan bahwa saya tidak sedang meminta Redaksi menghapus sebuah berita hanya karena saya tidak menyukai isinya,” katanya.

 

Ia menyatakan tetap menghormati kebebasan pers dan kerja jurnalistik sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Namun, menurutnya, kebebasan pers harus berjalan bersama prinsip akurasi, verifikasi, keberimbangan, transparansi sumber, ketepatan atribusi, serta tanggung jawab terhadap penggunaan identitas dan pernyataan seseorang.

 

Theo juga meminta agar Redaksi Damar Papua membedakan secara jelas antara pernyataan dirinya, YKKMP, Pdt. Yahya Lagoan, keterangan aparat keamanan, dan pernyataan pihak lainnya.

 

Ia membuka ruang dialog dengan redaksi untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara profesional. Namun, apabila tidak ada klarifikasi atau koreksi yang memadai, Theo menyatakan akan mempertimbangkan penggunaan mekanisme pengaduan dan penyelesaian sengketa pers sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Apabila tidak terdapat klarifikasi atau koreksi yang memadai, saya akan mempertimbangkan untuk menggunakan mekanisme pengaduan dan penyelesaian sengketa pers sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

 

Theo berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab tanpa mengurangi penghormatan terhadap kebebasan pers maupun haknya untuk mendapatkan ketepatan atribusi atas nama, foto, dan pernyataannya.