Beranda LINGKUNGAN BMKG: El Nino Sangat Kuat Berpotensi Tekan Curah Hujan Papua Tengah hingga...

BMKG: El Nino Sangat Kuat Berpotensi Tekan Curah Hujan Papua Tengah hingga September 2026

54
0
Husain, S.Tr., M.Si., dari Stasiun Meteorologi Douw Aturure BMKG memaparkan kondisi dan prediksi dampak fenomena El Nino terhadap cuaca dan curah hujan di Provinsi Papua Tengah, Kamis (27/8/2026). BMKG mencatat indeks Nino 3.4 mencapai +2,99 yang menunjukkan El Nino kategori sangat kuat.
Husain, S.Tr., M.Si., dari Stasiun Meteorologi Douw Aturure BMKG memaparkan kondisi dan prediksi dampak fenomena El Nino terhadap cuaca dan curah hujan di Provinsi Papua Tengah, Kamis (27/8/2026). BMKG mencatat indeks Nino 3.4 mencapai +2,99 yang menunjukkan El Nino kategori sangat kuat.

NABIRE, TIIRUU.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan dampak fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat terhadap kondisi cuaca di Provinsi Papua Tengah. Fenomena tersebut diprediksi mencapai puncaknya pada September hingga November 2026 dan berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan.

Hal itu disampaikan Husain, S.Tr., M.Si. dari Stasiun Meteorologi Douw Aturure dalam pemaparan bertajuk “Dampak Fenomena El Nino Sangat Kuat di Provinsi Papua Tengah” pada 27 Agustus 2026.

Husain mencatat, indeks Nino 3.4 yang menjadi salah satu indikator fenomena El Nino berada pada angka +2,99. Nilai tersebut menunjukkan kondisi El Nino dalam kategori sangat kuat (Very Strong El Nino).

“Nilai indeks Nino 3.4 update teramati (+2,99), menunjukkan kurang berpengaruh terhadap peningkatan pola awan-awan konvektif pembentuk hujan di wilayah Indonesia,” demikian keterangan dalam materi BMKG yang dipaparkan di DPRPT.

Curah Hujan Berpotensi Menurun

Menurut Husain, kondisi suhu muka laut di wilayah Papua Tengah berada pada kondisi normal hingga di bawah normal. Kondisi tersebut, bersama dengan fenomena El Nino, dapat mengurangi pasokan uap air yang diperlukan untuk pertumbuhan awan hujan.

“Dampak: pasokan uap air berkurang untuk pertumbuhan awan, dapat memicu penurunan curah hujan yang signifikan,” jelas BMKG dalam paparannya.

Husain juga menyebutkan bahwa nilai anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 pada periode Juni-Juli-Agustus 2026 mencapai +2,22, yang menunjukkan adanya El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Puncak El Nino diprediksi terjadi pada periode September, Oktober, dan November 2026 (SON 2026). Setelah itu, tren penurunan El Nino diprediksi mulai terjadi pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027.

Papua Tengah Diprediksi Mengalami Hujan Rendah

Husain mengatakan, kondisi curah hujan di Papua Tengah dalam beberapa dasarian terakhir juga menunjukkan kecenderungan rendah.

“BMKG mencatat, pada Dasarian II Juli 2026, Dasarian III Juli 2026, hingga Dasarian I Agustus 2026, sebagian besar wilayah Papua Tengah mengalami curah hujan kategori rendah dengan kisaran 0–50 milimeter,” katanya.

Lanjut Husain untuk Agustus 2026, curah hujan di Papua Tengah diprakirakan berada pada kisaran 21–300 milimeter, dengan kategori rendah hingga menengah.

“Sifat hujan di sebagian besar wilayah diprediksi berada pada kategori bawah normal.Kondisi serupa diprakirakan masih terjadi pada September 2026. Curah hujan diperkirakan berada pada kisaran 21–300 milimeter, dengan kategori rendah hingga menengah dan sifat hujan sebagian besar bawah normal,”katanya.

Namun, demikian Husain mengatakna, kondisi diprakirakan mulai berubah pada Oktober dan November. Pada Oktober, curah hujan diprakirakan berkisar 51–400 milimeter, dengan kategori rendah hingga tinggi. Sementara sifat hujan berada pada kategori bawah normal hingga atas normal.

“Pada November, curah hujan juga diprakirakan berkisar 51–400 milimeter, dengan sifat hujan sebagian besar berada pada kategori normal hingga atas normal. Memasuki Desember, curah hujan diprakirakan meningkat menjadi 151–400 milimeter dengan kategori menengah hingga tinggi,”katanya.

Belum Ada Peringatan Dini Kekeringan

Husain mengatakan, meskipun pihaknya memprediksi dampak El Nino terhadap penurunan curah hujan, hingga pembaruan Dasarian II Agustus 2026 belum terdapat peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Papua Tengah.

“Wilayah Papua Tengah tidak ada warning/peringatan dini kekeringan,” demikian keterangan BMKG dalam materi tersebut.

Husain juga menjelaskan bahwa secara umum wilayah Papua Tengah memiliki zona musim tipe 1, yaitu wilayah dengan musim hujan sepanjang tahun. Namun, terdapat sejumlah zona musim yang mengalami periode musim kemarau dengan durasi berbeda-beda dan sebagian memiliki sifat musim bawah normal.

1.923 Hotspot Tercatat hingga 22 Agustus

“Di sisi lain, BMKG mencatat keberadaan titik panas atau hotspot di wilayah Papua Tengah. Dalam kesimpulannya, BMKG menyebut terdapat 1.923 titik hotspot selama periode 1 hingga 22 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 273 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 1.537 titik tingkat kepercayaan sedang, dan 113 titik tingkat kepercayaan tinggi,”katanya.

Husain mengatakan,data tersebut menjadi perhatian dalam konteks potensi dampak El Nino, terutama karena kondisi cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Namun, data BMKG tersebut merupakan informasi mengenai keberadaan hotspot dan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh titik tersebut merupakan kebakaran hutan atau lahan.

BMKG: Masyarakat Perlu Memantau Informasi Cuaca

BMKG menyimpulkan bahwa El Nino dengan intensitas sangat kuat diprediksi menguat hingga periode November-Desember-Januari 2026 dan mencapai puncak pada September-Oktober-November 2026.

“Fenomena tersebut diperkirakan memberikan pengaruh terhadap penurunan curah hujan yang signifikan di wilayah Papua Tengah,”katanya.

Husain  juga menyebutkan bahwa curah hujan pada periode Dasarian II Juli hingga Dasarian I Agustus 2026 sebagian besar berada pada kategori rendah. Sementara untuk Agustus hingga September 2026, sebagian besar wilayah Papua Tengah diprediksi masih berada pada kategori curah hujan rendah.

“Masyarakat di Papua Tengah diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim dari BMKG. Dalam materi tersebut, BMKG menyediakan informasi melalui situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial Stasiun Meteorologi Nabire,”katanya.

Tiiruu.com