Beranda POLHUKAM KNPB Gorontalo Gelar Dikpol, Wacana Mogok Sipil Nasional Jadi Bahasan Utama

KNPB Gorontalo Gelar Dikpol, Wacana Mogok Sipil Nasional Jadi Bahasan Utama

25
0
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo menggelar Pendidikan Politik (Dikpol), Minggu (20/9/2026)
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo menggelar Pendidikan Politik (Dikpol), Minggu (20/9/2026)

GORONTALO, Tiiruu.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo menggelar Pendidikan Politik (Dikpol), Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut secara khusus membahas organisasi, sejarah Papua, dinamika politik, hingga wacana Mogok Sipil Nasional (MSN).

Dikpol mengangkat tema “Pendidikan Politik (Dikpol) Menuju Mogok Sipil Nasional (MSN)”, dengan subtema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.”

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga malam. Agenda diawali dengan pemutaran lagu bertema KNPB sekitar pukul 10.31 WITA, sebelum kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua KNPB Konsulat Wilayah Gorontalo sekitar pukul 11.00 WITA.

Sejumlah materi diberikan secara bertahap kepada peserta. Materi pertama mengenai prinsip-prinsip organisasi dan prinsip-prinsip pengorganisasian disampaikan Elia Edowai. Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri.

Materi berikutnya membahas prinsip-prinsip organisasi KNPB yang disampaikan Kom Kiditon. Setelah itu, perhatian peserta diarahkan pada materi utama mengenai Mogok Sipil Nasional (MSN) yang disampaikan Ketua KNPB Konsulat Wilayah Gorontalo.

Dalam sesi tersebut, MSN dibahas sebagai salah satu topik utama dalam pendidikan politik yang diselenggarakan KNPB Gorontalo. Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Sejarah Papua hingga Peran Perempuan

Memasuki sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai sejarah Papua yang disampaikan Nason. Materi ini menjadi bagian dari pembahasan untuk memberikan pemahaman historis kepada peserta mengenai perkembangan persoalan Papua.

Dikpol kemudian berlanjut pada pembahasan pengaruh teknologi dalam dinamika politik dan pandangan masyarakat terhadap politik Papua. Materi tersebut disampaikan Eman Gobai.

Tidak hanya membahas organisasi dan politik, kegiatan juga memasukkan materi mengenai perjuangan perempuan yang disampaikan Cendrawasih Riska. Materi tersebut menempatkan isu perempuan sebagai salah satu bagian dalam pembahasan dinamika sosial dan politik Papua.

Sesi terakhir membahas logika berpikir, yang disampaikan Kom Ridho. Materi tersebut kemudian diikuti sesi tanya jawab sebelum seluruh materi utama dinyatakan selesai.

Dikpol Berlangsung hingga Malam

Berdasarkan kronologi yang disampaikan panitia, kegiatan berlangsung sejak sekitar pukul 08.00 hingga 21.00 WITA. Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti pemaparan materi, diskusi, sesi tanya jawab, serta agenda internal lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, KNPB Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo membahas sejumlah isu yang dinilai berkaitan dengan dinamika politik Papua, mulai dari organisasi, sejarah, teknologi dan politik, perjuangan perempuan, hingga wacana Mogok Sipil Nasional.

Tema MSN menjadi salah satu fokus penting dalam kegiatan tersebut, sementara subtema mengenai “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” menjadi bingkai pembahasan yang diangkat penyelenggara.

Kegiatan ditutup setelah seluruh materi dan sesi diskusi selesai. Panitia kemudian menyampaikan penutup kegiatan dengan seruan “Sampai Merdeka.”