
Nabire, tiiruu.com — Pemerintah Kabupaten Deiyai menyalurkan bantuan dana sebesar Rp750.000.000 untuk mendukung pelaksanaan Musyawarah Pastoral Mee (MUSPASME) ke-VIII yang akan digelar di Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, pada 2–9 Februari 2026.
Hal itu disampaikan bupati Deiyai Melkianus Mote kepada tiiruu.com, Minggu (25/1/2026).
Mote mengatakan, bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan pastoral Gereja Katolik serta untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan MUSPASME ke-VIII di Kabupaten Paniai yang akan diikuti oleh Umat Katolik dari Kabupaten Deiyai.
“Kami mendukungan dana tersebut dimaksudkan untuk membantu panitia penyelenggara, peserta dari lima paroki se-Kabupaten Deiyai, serta agenda kunjungan Uskup selama pelaksanaan kegiatan,”katanya.
Mote mengatakan, pemerintah Kabupaten Deiyai mengambil langkah nyata untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pastoral umat Katolik di wilayah ini.
“MUSPASME merupakan forum penting untuk memperkuat pelayanan Gereja dan kehidupan iman umat,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi Pemkab Deiyai.
Rincian Alokasi Dana

Total bantuan senilai Rp750 juta tersebut dialokasikan dalam tiga pos utama. Pertama, sebesar Rp300.000.000 diberikan kepada Panitia Induk MUSPASME ke-VIII di Komopa untuk mendukung kebutuhan teknis dan operasional kegiatan.
Kedua, Rp300.000.000 dialokasikan untuk peserta MUSPASME ke-VIII dari Dekenat Tigi, yang melibatkan lima paroki se-Kabupaten Deiyai, guna menunjang akomodasi, konsumsi, dan kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, dana sebesar Rp150.000.000 dialokasikan untuk mendukung agenda kunjungan Uskup di Kabupaten Deiyai, termasuk kegiatan pastoral dan pertemuan dengan umat serta pemangku kepentingan setempat.
Perkuat Pelayanan Pastoral
MUSPASME ke-VIII dijadwalkan berlangsung selama delapan hari dan menjadi forum penting bagi Gereja Katolik wilayah Mee untuk mengevaluasi pelayanan pastoral, merumuskan arah kebijakan Gereja ke depan, serta memperkuat keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Panitia penyelenggara menyambut baik dukungan Pemerintah Kabupaten Deiyai dan berharap bantuan tersebut dapat menunjang pelaksanaan MUSPASME ke-VIII secara lancar dan bermakna bagi seluruh peserta.
“Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rumusan pastoral yang kontekstual dengan realitas umat Mee dan situasi sosial masyarakat di wilayah Pegunungan Papua,” ujar salah satu panitia.
Pelaksanaan MUSPASME ke-VIII di Komopa juga diharapkan dapat mempererat kerja sama antara Gereja dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan manusia yang berlandaskan nilai iman, budaya, dan kearifan lokal.









































