Nabire, tiiruu.com — Aliko Walia, balita berusia lima tahun yang menjadi korban luka tembak dalam operasi militer di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (19/5/2026).
Almarhum sebelumnya mengalami luka tembak dalam peristiwa yang terjadi pada 14 April 2026 di Distrik Kembru. Dalam insiden tersebut, sejumlah warga sipil dilaporkan menjadi korban dalam rangkaian operasi militer yang berlangsung di wilayah itu.
Berdasarkan informasi yang diterima, Aliko sempat menjalani perawatan medis akibat luka tembak yang dialaminya sebelum akhirnya meninggal dunia di RSUD Mulia.
“Kami sangat berduka atas meninggalnya Aliko Walia. Ia masih balita dan sudah hampir satu bulan menjalani perawatan setelah terkena tembakan saat operasi berlangsung di Kembru,” kata salah seorang sumber keluarga korban kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Menurut keluarga, jenazah Aliko langsung dibawa untuk dikremasi di Mulia pada hari yang sama sesuai dengan tradisi dan adat keluarga setempat.
“Keluarga sepakat melakukan kremasi pada hari yang sama setelah Aliko meninggal dunia,” ujarnya.
Kematian Aliko menambah daftar korban sipil dalam konflik bersenjata yang terjadi di Kabupaten Puncak sejak pertengahan April 2026. Sebelumnya, sejumlah warga sipil dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa di Distrik Kembru.
Sejumlah pihak mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk melakukan evaluasi terhadap operasi militer di wilayah sipil serta memastikan perlindungan terhadap masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait meninggalnya Aliko Walia maupun perkembangan penanganan korban sipil dalam insiden tersebut.








































