DEIYAI, tiiruu.com – Pemerintah Kabupaten Deiyai memberikan apresiasi kepada kontingen pelajar yang berhasil meraih gelar juara umum pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah 2026. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian bonus sebesar Rp50 juta yang diserahkan langsung oleh Bupati Deiyai, Melakianus Mote, S.T., saat menerima rombongan pelajar di halaman Kantor Bupati Deiyai, Selasa (30/6/2026).
Kontingen Deiyai sebelumnya tampil sebagai juara umum pada festival yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah di Nabire. Gelar tersebut diraih setelah mengumpulkan nilai tertinggi dari berbagai cabang lomba, yakni Juara I Fashion Show, Juara I Stan Pameran Budaya, Juara II Tari Kreasi, Juara II Kuliner Khas Papua, Juara III Cerdas Cermat, serta Juara Favorit Musik Tradisional.
Atas capaian tersebut, kontingen Deiyai juga memperoleh hadiah utama sebesar Rp43 juta dari penyelenggara, di luar hadiah masing-masing cabang perlombaan.
Dalam sambutannya, Bupati Melakianus Mote mengatakan prestasi tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Deiyai karena mampu mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Papua Tengah. Ia berharap keberhasilan itu dapat dipertahankan pada ajang serupa pada tahun mendatang.
> “Selamat kepada tim yang sudah mewakili Kabupaten Deiyai di Nabire, Papua Tengah. Kita mendapatkan juara favorit dari delapan kabupaten. Tahun depan juga kita harus bisa mempertahankan juara ini. Saya minta kepada dinas terkait dan guru-guru agar terus melatih mereka,” kata Melakianus Mote.
Menurut Mote, pembinaan terhadap pelajar tidak boleh berhenti setelah keberhasilan tersebut. Ia meminta dinas terkait dan para guru terus memberikan pendampingan agar kemampuan para peserta semakin berkembang.
Ia juga memotivasi para pelajar agar tetap bersemangat menempuh pendidikan sekaligus mengembangkan bakat yang dimiliki. Menurutnya, sebagian besar peserta masih duduk di kelas satu dan kelas dua sehingga memiliki kesempatan untuk kembali mengikuti kompetisi pada tahun-tahun mendatang.
> “Saya minta adik-adik tetap semangat. Ada yang masih kelas satu dan kelas dua, sehingga pembinaan ini harus berkelanjutan dan tetap berjalan. Yang penting kamu semangat. Saya berharap tahun depan kita dapat juara lagi dan semuanya harus terencana dengan baik,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih, Pemerintah Kabupaten Deiyai menyerahkan bonus sebesar Rp50 juta kepada seluruh kontingen. Mote mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan para pelajar.
> “Ucapan terima kasih saya berikan Rp50 juta supaya kamu beli buku dan kebutuhan pelajar lainnya. Yang penting kamu semangat ya,” katanya.
Pendamping kontingen, Melianus Mote, mengatakan keberhasilan menjadi juara umum diraih melalui kerja keras seluruh peserta meskipun waktu persiapan relatif singkat.
Menurut Melianus, para pelajar hanya menjalani latihan selama dua minggu dua hari sebelum mengikuti festival. Namun, semangat dan disiplin para peserta membuat mereka mampu menguasai materi perlombaan hingga akhirnya meraih hasil terbaik.
“Mereka latihan hanya dalam waktu dua minggu dua hari, tetapi mereka sangat semangat. Mereka mampu menguasai materi dan akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan. Ini langkah yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai yang telah memberikan dukungan sejak masa persiapan hingga pelaksanaan festival di Nabire. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting yang mendorong keberhasilan kontingen Deiyai.
Melianus berharap para pelajar tidak cepat berpuas diri, tetapi terus mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki agar mampu kembali mengharumkan nama Kabupaten Deiyai pada berbagai ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai yang telah mendukung kami sampai bisa mendapatkan hasil ini. Kepada adik-adik pelajar agar tetap semangat. Jangan sampai berhenti di sini, tetapi terus kembangkan bakat-bakat kalian,” tuturnya.
Prestasi yang diraih kontingen Deiyai dinilai menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah tersebut memiliki potensi untuk bersaing di tingkat provinsi. Keberhasilan itu sekaligus diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi, melestarikan budaya daerah, dan membawa nama baik Kabupaten Deiyai pada berbagai kompetisi.











































