
WAKEITEI, tiiruu.com – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, mengimbau seluruh mahasiswa asal Kabupaten Deiyai yang sedang berada pada tahap akhir studi agar segera melengkapi dan menyerahkan persyaratan administrasi untuk memperoleh bantuan akhir studi dari Pemerintah Kabupaten Deiyai.
Imbauan tersebut disampaikan Melkianus Mote kepada wartawan di Wakeitei, Sabtu (13/7/2026). Menurutnya, masa pengumpulan berkas akan segera berakhir sehingga para mahasiswa diminta tidak menunda proses administrasi.
“Sedikit lagi sudah mau tutup, infokan ke keluarga yang sedang studi akhir supaya segera mengumpulkan syaratnya,” kata Mote.
Ia menjelaskan, mahasiswa yang menerima bantuan pada tahun ini secara otomatis tidak lagi menjadi penerima pada tahun berikutnya. Kebijakan itu diterapkan agar kesempatan memperoleh bantuan dapat dirasakan oleh lebih banyak mahasiswa asal Deiyai.
Menurut Mote, pemerintah daerah akan melakukan pembaruan dan verifikasi data mahasiswa setiap tahun. Verifikasi tersebut dilakukan dengan mencocokkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta data mahasiswa pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) di masing-masing perguruan tinggi.
Ia mengatakan proses verifikasi bertujuan memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar memenuhi syarat sekaligus membangun basis data mahasiswa asal Kabupaten Deiyai yang lebih akurat.
“Setelah verifikasi, jauh lebih baik mahasiswa yang menerima lebih sedikit tetapi nilai bantuannya lebih besar, daripada penerimanya banyak tetapi setiap mahasiswa mendapat bantuan yang kecil. Nama-nama penerima bantuan juga akan diumumkan,” ujarnya.
Mote mengajak seluruh mahasiswa asal Deiyai yang sedang menempuh pendidikan pada jenjang sarjana, magister, maupun doktor dan berada pada semester akhir untuk segera melaporkan diri kepada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai.
Berkas persyaratan dapat dikirim melalui surat elektronik ke bagianumumsetdadeiyai2026@gmail.com atau diserahkan langsung ke Bagian Umum Setda Kabupaten Deiyai di Kantor Bupati Deiyai.
Bupati menjelaskan, program bantuan akhir studi tahun ini dibagi dalam tiga skala prioritas. Prioritas pertama diberikan kepada mahasiswa Orang Asli Papua yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) Kabupaten Deiyai.
Prioritas kedua diperuntukkan bagi mahasiswa asal Deiyai yang tidak memiliki KTP maupun KK Kabupaten Deiyai. Adapun prioritas ketiga diberikan kepada mahasiswa asal Kabupaten Deiyai, Dogiyai, dan Paniai yang sedang menempuh pendidikan pada program studi Kedokteran maupun pendidikan Pilot.
Adapun persyaratan yang harus dilengkapi meliputi fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa, surat keterangan dari perguruan tinggi yang menyatakan mahasiswa sedang melaksanakan tugas akhir, transkrip nilai atau Kartu Hasil Studi (KHS) semester terakhir, fotokopi Kartu Keluarga yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Deiyai, fotokopi buku tabungan atas nama mahasiswa, serta nomor telepon perguruan tinggi yang dapat dihubungi untuk proses verifikasi.
Mote berharap informasi tersebut segera diteruskan kepada seluruh mahasiswa asal Deiyai yang sedang menyelesaikan studi agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan dari pemerintah daerah.
“Sampaikan kepada seluruh keluarga kita yang sedang berada pada semester akhir, baik S1, S2 maupun S3. Jangan sampai terlambat. Setelah waktu yang ditentukan lewat baru datang ribut, itu salah sendiri,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Deiyai akan tetap melanjutkan program bantuan akhir studi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
“Bantuan akhir studi ini akan terus kami berikan selama saya dipercaya menjadi Bupati Kabupaten Deiyai. Pendidikan adalah investasi bagi masa depan daerah, sehingga pemerintah harus hadir membantu mahasiswa menyelesaikan studinya,” ujar Mote.










































