Beranda ADVERTORIAL Bupati Deiyai Tutup Lomba Vokal Grup Akustik, Komitmen Bangkitkan Seni Musik Lokal

Bupati Deiyai Tutup Lomba Vokal Grup Akustik, Komitmen Bangkitkan Seni Musik Lokal

121
0
DEIYAI, Tiiruu.com – Bupati Deiyai secara resmi menutup Lomba Vokal Grup Akustik yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Deiyai. Penutupan kegiatan yang berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Deiyai, Waghete, Senin (3/8/2026), itu menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mendorong kebangkitan seni musik lokal sebagai ruang pengembangan kreativitas, hiburan yang sehat, sekaligus mempererat persatuan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat membuka kegiatan sebagaimana telah dijadwalkan akibat adanya agenda lain yang harus dihadiri. Meski demikian, ia memberikan apresiasi kepada Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Deiyai serta Koordinator Lomba Vokal Grup Akustik yang dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan baik.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Deiyai dan Koordinator Vokal Grup Akustik. Berkat kerja keras dan kebersamaan, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada dewan juri yang telah memberikan penilaian secara profesional kepada seluruh peserta. Ia secara khusus menyambut kehadiran seniman senior Thomas Mutaweyau yang juga merupakan Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PPT) Pokja Adat serta mengapresiasi dukungan unsur MRP-PPT terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Bupati, penampilan 24 grup vokal yang mengikuti perlombaan menunjukkan bahwa potensi seni musik di Kabupaten Deiyai masih sangat besar dan layak untuk terus dikembangkan.

“Terima kasih kepada 24 Vokal Grup yang telah tampil dengan sangat luar biasa. Kegiatan ini merupakan panggung hiburan yang baik bagi masyarakat dan harus terus dikembangkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa lomba tersebut bukan sekadar ajang mencari juara maupun membagikan hadiah, melainkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan bakat, meningkatkan kreativitas, dan memperkuat kebersamaan.

Bupati mengenang bahwa kegiatan seni dan perlombaan serupa telah tumbuh sejak Deiyai masih berstatus distrik. Karena itu, menurutnya, semangat berkesenian yang pernah hidup di tengah masyarakat harus dibangkitkan kembali agar menjadi bagian dari pembangunan daerah.

“Ketika kami masih kecil, kegiatan dan lomba seperti ini sudah ada. Semangat tersebut harus kita hidupkan kembali. Dulu, ketika Deiyai masih menjadi distrik dan belum dimekarkan menjadi kabupaten, meskipun dengan keterbatasan, masyarakat tetap mampu meramaikan berbagai kegiatan. Sekarang, ketika kita telah memiliki daerah sendiri, kegiatan seperti ini harus dibuat lebih baik dan lebih meriah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, lomba vokal grup sempat tidak dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Namun, pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, kegiatan tersebut kembali digelar dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Bupati berharap perlombaan serupa dapat menjadi agenda rutin dengan konsep yang lebih meriah pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, ia mengusulkan agar pada perayaan Natal juga diselenggarakan lomba vokal grup bernuansa rohani sebagai bagian dari pembinaan seni musik di daerah.

Selain itu, Bupati meminta Koordinator Vokal Grup Akustik menjalin kerja sama dengan Dewan Adat guna memperkuat pembinaan dan pengembangan seni musik lokal. Ia juga mengajak dewan juri, seniman senior, dan seluruh peserta memberikan masukan kepada panitia agar pelaksanaan kegiatan berikutnya semakin baik.

“Apabila masih terdapat kekurangan dalam kegiatan ini, saya berharap dapat disampaikan kepada panitia agar menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelompok seni, Bupati meminta instansi yang membidangi pariwisata mendata seluruh grup vokal yang mengikuti perlombaan. Pendataan tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam melakukan pembinaan serta pemberian bantuan kepada kelompok-kelompok seni.

Tidak hanya itu, Bupati juga berkomitmen memberikan bantuan alat musik berupa gitar kepada setiap grup vokal sebagai upaya mendorong berkembangnya kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kegiatan seni merupakan sarana pembinaan karakter, memperkuat persaudaraan, sekaligus mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang produktif.

“Daerah ini adalah milik kita bersama. Karena itu, kita harus meramaikannya melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Jangan hanya berfokus pada hadiah dan juara, karena kegiatan ini juga merupakan ruang hiburan, kebersamaan, dan pengembangan bakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menilai kelompok vokal memiliki potensi besar untuk dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Ia berharap setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat memanfaatkan grup vokal sebagai pengisi acara dalam berbagai agenda resmi pemerintah.

Ia juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Deiyai memanfaatkan bangunan lama Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjadi sebuah kafe yang berfungsi sebagai ruang penerimaan tamu sekaligus ruang kreatif bagi para pelaku seni. Tempat tersebut nantinya diharapkan menjadi panggung bagi pertunjukan musik lokal, khususnya saat menyambut tamu dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun tamu kehormatan lainnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Deiyai untuk turut mengambil bagian dalam pembinaan seni musik. Menurutnya, apabila kedua organisasi memperoleh dukungan dana hibah, sebagian anggaran dapat diarahkan untuk pengadaan alat musik sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni di Kabupaten Deiyai.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, para seniman senior, organisasi kepemudaan, serta masyarakat, Bupati berharap seni musik dan vokal grup di Kabupaten Deiyai terus berkembang menjadi wadah hiburan yang sehat, melahirkan talenta-talenta baru, sekaligus memperkuat identitas budaya dan kebersamaan masyarakat.