Beranda ADVERTORIAL Bupati Deiyai Buka Lokakarya PAUD HI, Tekankan Aktivitas Belajar Mengajar Harus Berjalan...

Bupati Deiyai Buka Lokakarya PAUD HI, Tekankan Aktivitas Belajar Mengajar Harus Berjalan di Seluruh PAUD

158
0

 

 

Deiyai,tiiruu.com – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, bersama Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome, secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang berlangsung di Aula BKD Kabupaten Deiyai, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala satuan PAUD, guru-guru PAUD, Ketua Pokja Bunda PAUD Longginus Pekei, pengurus Organisasi Pokja Bunda PAUD, serta seluruh peserta lokakarya.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan merupakan prioritas utama pembangunan Kabupaten Deiyai sebagaimana tertuang dalam visi dan misi pemerintah daerah.

“Visi dan misi kami menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama, didukung ekonomi kerakyatan dan infrastruktur. Anak-anak tidak cukup hanya sehat, tetapi juga harus cerdas. Karena itu saya ingin setiap desa memiliki PAUD yang aktif dan berkualitas,” tegas Bupati.

Ia menekankan bahwa seluruh PAUD yang telah berdiri harus menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara aktif. Selain itu, pemerintah akan berupaya melengkapi sarana dan prasarana pendidikan serta mendorong guru-guru PAUD untuk menjalankan tugasnya secara maksimal.

“Saya ingin PAUD yang ada saat ini dilengkapi fasilitasnya, guru-gurunya aktif, dan proses belajar mengajarnya berjalan. Jika semuanya sudah aktif, pemerintah akan melanjutkan pembangunan PAUD di setiap desa,” ujarnya.

Menurut Bupati, pembentukan karakter anak dimulai sejak usia dini. Oleh sebab itu, profesi guru dan tenaga kesehatan merupakan pekerjaan yang sangat mulia karena berperan langsung dalam mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, mengatakan bahwa anak usia dini merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Deiyai. Karena itu, mereka harus memperoleh layanan yang menyeluruh, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan, serta stimulasi tumbuh kembang.

Ia menjelaskan bahwa konsep PAUD Holistik Integratif bertujuan memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh, berkembang, belajar, dan mendapatkan perlindungan secara optimal melalui kerja sama lintas sektor.

“Tidak ada satu lembaga yang dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, TP PKK, Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Deiyai, Fransina berharap lokakarya tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan menyusun langkah nyata dalam mewujudkan layanan PAUD Holistik Integratif yang berkualitas hingga menjangkau seluruh distrik dan kampung di Kabupaten Deiyai.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, saling berbagi pengalaman, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan di lapangan.

“Dengan kerja sama yang baik, kita berharap setiap anak di Kabupaten Deiyai memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi masa depan,” tutupnya.(*).