Beranda ADVERTORIAL Wakil Bupati Deiyai Buka Konfercab IV WKRI Paroki St. Yohanis Pemandi Waghete,...

Wakil Bupati Deiyai Buka Konfercab IV WKRI Paroki St. Yohanis Pemandi Waghete, Dorong Sinergi dengan Pemerintah Daerah

222
0
Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome, menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Konferensi Cabang (Konfercab) IV Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Yohanis Pemandi Waghete di Waghete, Rabu (6/8/2026). Dalam sambutannya, Ayub mengajak WKRI memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Deiyai untuk mendukung pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, serta pembangunan daerah yang sejalan dengan visi "Enaimoo Ekowai Untuk Deiyai." (Foto: TIIRUU.COM/AMY).
Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome, menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Konferensi Cabang (Konfercab) IV Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Yohanis Pemandi Waghete di Waghete, Rabu (6/8/2026). Dalam sambutannya, Ayub mengajak WKRI memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Deiyai untuk mendukung pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, serta pembangunan daerah yang sejalan dengan visi "Enaimoo Ekowai Untuk Deiyai." (Foto: TIIRUU.COM/AMY).

WAGHETE, TIIRUU.COM – Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome, secara resmi membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IV Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Yohanis Pemandi Waghete di Waghete, Rabu (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan, penyusunan program kerja, sekaligus penguatan peran perempuan Katolik dalam pembangunan keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ayub Pigome mengapresiasi kontribusi WKRI yang selama ini dinilai konsisten menjadi mitra pemerintah dalam pemberdayaan perempuan, pembinaan keluarga, dan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Menurutnya, tema Konfercab IV WKRI sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Deiyai, “Enaimoo Ekowai Untuk Deiyai”, yang menekankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

“Kami sangat bersyukur karena WKRI hadir di Kabupaten Deiyai. Tema yang diangkat hari ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, yaitu Enaimoo Ekowai Untuk Deiyai. Karena itu kami berharap WKRI terus memperkuat kerja sama dengan dinas-dinas terkait agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Ayub.

Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keluarga yang kuat lahir dari perempuan yang berdaya, sementara keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

“Tanpa perempuan, rumah tangga akan kehilangan arah. Pemerintah juga tidak akan kuat tanpa keterlibatan perempuan. Karena itu mari kita solidkan kerja sama dengan dinas-dinas terkait untuk bersama-sama membangun Kabupaten Deiyai,” katanya.

Konfercab IV WKRI turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Deiyai, Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Deiyai, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Sosial, Pastor Dekan Dekenat Tigi, Penasihat Rohani Hubert Takiami, Ketua Umum Presidium DPD WKRI Keuskupan Timika Irene Kipimbop Adii, para pengurus WKRI, serta anggota dari berbagai ranting.

Dalam pembinaan rohani, Penasihat Rohani WKRI, Hubert Takiami, mengajak seluruh anggota menghidupi semangat para pendiri organisasi dengan terus mengembangkan pelayanan yang berlandaskan iman, kasih, dan pengabdian kepada sesama. Ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga melalui pembinaan iman, karakter, serta perhatian terhadap pemenuhan gizi keluarga.

Sementara itu, Ketua Umum Presidium DPD WKRI Keuskupan Timika, Irene Kipimbop Adii, mengatakan Konfercab merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat cabang untuk mempertanggungjawabkan kepengurusan, memilih pengurus baru, serta menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan umat dan masyarakat.

Ia mengajak seluruh anggota WKRI memperkuat persatuan dan meningkatkan kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya melalui upaya pencegahan stunting, perlindungan perempuan dan anak, peningkatan kesejahteraan keluarga, serta penguatan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui DP3AKB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan perangkat daerah lainnya.

Menurut Irene, tantangan sosial di era digital juga menjadi perhatian organisasi. Karena itu, orang tua didorong untuk lebih aktif mendampingi anak dalam penggunaan telepon genggam, memperkuat pendidikan karakter, serta membangun ketahanan keluarga sebagai benteng utama menghadapi berbagai persoalan sosial.

Melalui Konfercab IV WKRI Paroki St. Yohanis Pemandi Waghete, diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu memperkuat pelayanan organisasi, meningkatkan pemberdayaan perempuan Katolik, serta mempererat sinergi antara Gereja, organisasi kemasyarakatan, dan Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam mewujudkan masyarakat yang maju, harmonis, dan sejahtera.

Pewarta: AMY
Editor: TIIRUU.COM