WAMENA,tiiruu.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Pegunungan mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan untuk mengembangkan konsep sport industry dalam setiap kegiatan olahraga, terutama menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII.
Ketua HIPMI Papua Pegunungan, Anton Wetipo mengatakan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) I KONI Papua Pegunungan Tahun 2026 sebagai langkah strategis mempersiapkan olahraga daerah menuju ajang nasional.
Menurut Anton, olahraga tidak hanya berbicara tentang prestasi atlet, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
“HIPMI mendukung Raker KONI tahun 2026 menjelang PON XXII. Ke depan kami berharap KONI dapat mengembangkan sport industry, sehingga setiap kegiatan olahraga yang dilaksanakan juga memberikan manfaat bagi UMKM dan pengusaha lokal,” ujar Anton di Wamena, Jumat, (28/06/2026).
Ia menjelaskan, konsep sport industry dapat diwujudkan dengan melibatkan pelaku UMKM Papua Pegunungan dalam berbagai kegiatan olahraga, baik tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, ketika atlet dan kontingen Papua Pegunungan mengikuti berbagai event seperti PON, Pra PON maupun kegiatan olahraga lainnya, UMKM lokal juga perlu diberi ruang untuk memperkenalkan produk unggulan daerah.
“Kami berharap KONI dapat menggandeng UMKM lokal dengan berbagai potensi yang mereka miliki, sehingga saat mengikuti event di luar daerah, tidak hanya atlet yang tampil, tetapi produk-produk masyarakat Papua Pegunungan juga ikut dipromosikan,” katanya.
Anton menilai, kepemimpinan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Papua Pegunungan dapat menjadi peluang besar untuk mendorong sinergi antara olahraga dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia berharap konsep tersebut tidak hanya berjalan di tingkat provinsi, tetapi juga berkembang hingga ke KONI kabupaten yang ada di Papua Pegunungan.
“UMKM ini berada di kabupaten-kabupaten. Kalau KONI kabupaten hidup, kegiatan KONI provinsi berjalan baik, maka sport industry ini akan bergerak dari tingkat provinsi sampai kabupaten dan dampaknya akan dirasakan langsung oleh pelaku UMKM,” jelasnya.
Anton menegaskan, pembangunan olahraga harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bukan hanya menghasilkan prestasi atlet, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua Pegunungan.
“Olahraga harus menjadi kekuatan baru yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. Itu yang menjadi harapan kami,” pungkasnya. (*).











































