DEIYAI, Tiiruu.com — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Auditor Ahli Pertama di Kabupaten Deiyai resmi dibuka. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tahap Massive Open Online Course (MOOC) yang sebelumnya telah diikuti para peserta.
Plt. Inspektur Kabupaten Deiyai, Peter Joharry Matakena, S.STP., M.Tr.IP., mengatakan setelah menyelesaikan tahap MOOC, peserta kini memasuki tahapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama sembilan hari, yang berlangsung mulai 14 hingga 24 September 2026.
Menurut Peter, pelaksanaan diklat tersebut melibatkan widyaiswara dari Makassar serta pendamping dari BPKP Perwakilan Papua Tengah melalui unsur yang berada di Nabire.
“Ini merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya, yaitu MOOC. Selama sembilan hari ke depan, teman-teman peserta akan mengikuti proses PJJ untuk pembentukan auditor tingkat pertama di Kabupaten Deiyai,” ujar Peter.
Ia menjelaskan, setelah tahapan PJJ selesai, peserta akan melanjutkan proses pembelajaran tatap muka yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Karmel mulai 27 September hingga 2 Oktober 2026.
Setelah seluruh tahapan pendidikan dan prajabatan selesai serta sertifikat STTPL diterbitkan, peserta selanjutnya dapat diproses untuk dikukuhkan sebagai Auditor Ahli Pertama.
Peter mengakui pelaksanaan diklat perdana di Kabupaten Deiyai menghadapi sejumlah tantangan, terutama berkaitan dengan aspek teknis, jaringan internet, serta ketersediaan tempat dan ruangan.
“Karena ini perdana, tentu ada tantangan dan hambatan yang kita temui di lapangan. Hal-hal teknis seperti jaringan dan ketersediaan ruangan menjadi pelajaran bagi kita. Namun, semua itu bisa kita lalui dengan baik karena panitia dan peserta sama-sama proaktif,” katanya.
Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Deiyai, Ambrosius Eria, dan turut dihadiri Kepala BPKP Provinsi Papua Tengah serta Kepala Pusat Pembinaan (Kapusbin) dari Makassar.
Peter berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan serius sehingga nantinya mampu menjadi auditor yang memiliki integritas dan menjunjung tinggi profesionalitas.
“Harapan saya, setelah mengikuti PJJ ini, peserta dapat terbentuk sebagai auditor pertama yang berintegritas dan menjunjung tinggi profesionalitas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Ia menambahkan, para auditor nantinya akan menghadapi berbagai tugas pengawasan, mulai dari audit, assurance, reviu, hingga evaluasi. Seluruh tugas tersebut, menurutnya, harus dilaksanakan berdasarkan prinsip integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab.
“Kita berharap teman-teman dapat melaksanakan tugas audit, assurance, reviu maupun evaluasi dengan penuh integritas dan profesionalitas, sesuai dengan semangat Enaimo Ekowai untuk Deiyai,” pungkasnya.











































