Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Legislator Nelius Agapa, Pantau Program Sekolah Gratis di Nabire, Pastikan Ujian Berjalan...

Legislator Nelius Agapa, Pantau Program Sekolah Gratis di Nabire, Pastikan Ujian Berjalan Lancar

378
0

Nabire, tiiruu.com — Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPR PT), Nelius Agapa, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Nabire untuk memantau pelaksanaan program sekolah gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Selain itu Kunjungan tersebut difokuskan pada memastikan kelancaran pelaksanaan ujian akhir sekolah bagi siswa kelas XII.

 

 

“Saya sudah memantau ke SMA dan SMK di Nabire sekaligus melihat secara langsung dampak program pendidikan gratis terhadap para peserta didik,”katanya kepada tiiruu.com, Rabu (15/4/2025).

 

Dalam kunjungannya, Nelius Agapa mendatangi beberapa sekolah, di antaranya SMK Negeri 3 Nabire di Distrik Makimi, pada 15 April 2026. Di sekolah tersebut, ia memantau langsung pelaksanaan ujian akhir dan berdialog dengan pihak sekolah terkait kesiapan fasilitas dan kondisi siswa.

 

Selain itu, pada 14 April 2026, ia juga mengunjungi SMK Anigou untuk memastikan proses ujian siswa berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kunjungan serupa dilanjutkan ke SMA YPK Sion Samabusa di Distrik Teluk Kimi pada 15 April 2026.

 

“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan ujian berjalan dengan baik dan para siswa tidak terbebani oleh biaya pendidikan, sesuai dengan program sekolah gratis dari Gubernur Papua Tengah,” ujar Nelius Agapa.

 

Agapa menegaskan bahwa program sekolah gratis harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun wilayah terdampak konflik.

 

Kunjungan juga dilakukan ke SMKS YPPK Santo Yosep Calasanz di Kaladiri, Nabire. Dalam kesempatan tersebut, Nelius mengungkapkan bahwa sebagian peserta ujian di sekolah tersebut berasal dari daerah konflik di Papua Tengah.

 

“Peserta ujian di sini ada 15 orang, dan semuanya berasal dari daerah konflik seperti Intan Jaya, Puncak, dan Dogiyai,” katanya.

 

Menurut Agapa, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga dukungan terhadap pendidikan bagi siswa dari wilayah konflik harus terus diperkuat, termasuk melalui program sekolah gratis.

 

Secara tidak langsung, Nelius menilai bahwa pelaksanaan ujian di sejumlah sekolah yang dikunjungi berjalan relatif lancar, meskipun masih terdapat tantangan, terutama terkait keterbatasan fasilitas dan kondisi sosial siswa.

 

Agapa juga mendorong pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, agar program sekolah gratis tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga meningkatkan mutu pendidikan di Papua Tengah.

 

“Saya harap kunjungan kerja ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR Papua Tengah dalam memastikan kebijakan pemerintah daerah berjalan efektif dan tepat sasaran, khususnya di sektor pendidikan,”katanya.