Wamena, Tiiruu.com – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) membantah isi sebuah poster yang beredar di media sosial dan aplikasi WhatsApp yang mencatut foto Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem, disertai narasi yang mengatasnamakan dirinya.
Dalam surat klarifikasi yang diterbitkan pada Sabtu (18/7/2026), YKKMP menegaskan bahwa pernyataan dalam poster tersebut bukan berasal dari Theo Hesegem maupun pernyataan resmi lembaga.
Poster yang beredar itu memuat foto Theo Hesegem dengan narasi yang menyebut, *”Organisasi Papua Merdeka di Papua adalah pelanggar HAM terbesar di Indonesia.”* Menurut YKKMP, narasi tersebut merupakan pernyataan palsu yang tidak pernah disampaikan oleh Theo Hesegem dalam bentuk apa pun.
Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem, mengatakan penggunaan fotonya dilakukan tanpa izin maupun persetujuannya.
“Foto yang digunakan dalam poster tersebut benar merupakan foto saya. Namun, penggunaan foto tersebut dilakukan tanpa izin, tanpa sepengetahuan, dan tanpa persetujuan saya maupun YKKMP,” kata Hesegem dalam surat klarifikasi yang diterima tiiruu.com , Sabtu.
Ia juga menegaskan bahwa narasi yang menyertai foto tersebut bukan merupakan sikap maupun pernyataannya.
“Narasi atau pernyataan yang dicantumkan dalam poster tersebut bukan merupakan pernyataan saya, bukan pernyataan resmi YKKMP, dan tidak pernah saya sampaikan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Theo menilai pencatutan identitas tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat serta menimbulkan kesalahpahaman terhadap sikap dan posisi lembaga yang dipimpinnya.
Menurutnya, YKKMP selama ini tetap konsisten mengedepankan prinsip kemanusiaan dan menolak segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia maupun tindakan kekerasan tanpa membedakan siapa pelakunya.
“Sikap dan prinsip YKKMP tetap konsisten, yaitu mengecam setiap bentuk pelanggaran hukum, pelanggaran hak asasi manusia, dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siapa pun tanpa membedakan pelakunya,” kata Hesegem.
Ia menambahkan, YKKMP tetap berpegang pada prinsip bahwa Papua membutuhkan perdamaian, bukan kekerasan. Karena itu, penyelesaian berbagai persoalan di Tanah Papua harus ditempuh melalui dialog yang bermartabat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pendekatan damai yang melibatkan semua pihak.
Dalam klarifikasi tersebut, YKKMP juga meminta pihak yang membuat maupun menyebarluaskan poster itu untuk segera menghentikan penyebaran, menghapus seluruh unggahan, serta tidak lagi menggunakan foto maupun nama Theo Hesegem tanpa izin.
Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Theo mengatakan apabila penyalahgunaan foto dan pencatutan pernyataan tersebut terus berlangsung, pihaknya mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna melindungi nama baik serta integritas lembaga.
Dalam catatan yang menyertai surat klarifikasi itu, YKKMP menilai pembuatan dan penyebaran poster yang mencatut foto serta memuat pernyataan palsu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab karena berpotensi memecah belah masyarakat, memprovokasi opini publik, serta mengganggu upaya-upaya perdamaian di Tanah Papua.
YKKMP mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta bersama-sama menjaga situasi Papua tetap aman, damai, dan kondusif.










































