
WAMENA,tiiruu.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak bencana kekeringan di Distrik Walaik dan Distrik Walelagama, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (26/8/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya Simon Kalolik serta Pekerja Sosial Ahli Pertama Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos RI, Roberto Koibur yang mewakili Kementerian Sosial.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan membawa lebih dari 4 ton beras menggunakan kendaraan darat untuk diserahkan langsung kepada masyarakat sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan warga yang terdampak musim kekeringan.
Perjalanan menuju Distrik Walaik menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan. Wilayah yang berada hampir berbatasan dengan Kabupaten Nduga itu memiliki akses jalan yang sulit dengan medan terjal, berlubang, dan menanjak. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Setibanya di lokasi, bantuan langsung diserahkan kepada masyarakat melalui pemerintah distrik. Warga menyampaikan rasa syukur karena pemerintah hadir melihat langsung kondisi mereka yang mengalami kesulitan akibat perubahan cuaca ekstrem dan kekeringan yang berlangsung beberapa bulan terakhir.
Tokoh adat setempat, Silas Asso, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.
“Kami tidak membawa proposal, tetapi Bapak Wakil Gubernur dan Menteri Sosial bisa datang ke sini. Bapak punya hati bagi kami. Kami terkena bencana dan hanya menyampaikan melalui media sosial, tetapi Bapak langsung datang. Terima kasih,” ucap Silas.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak bencana.
“Ini adalah bantuan dari Bapak Presiden melalui Menteri Sosial yang kami kawal sampai ke masyarakat. Kami melihat langsung kondisi warga di lapangan, terutama daerah yang sulit dijangkau seperti Walaik dan awalnya kami melihat di media sosial ada ibu yang menagis di kebun makanya kami datang,” ujar Ones Pahabol.
Ia menjelaskan, sebelumnya bantuan serupa telah disalurkan di beberapa wilayah terdampak seperti Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Nduga di Wilayah perbatasan dan beberapa distrik di Kabupaten Jayawijaya.
Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah terpencil dan membutuhkan perhatian akibat dampak bencana alam.
“Kami melihat masyarakat di sini sangat membutuhkan perhatian. Karena itu pemerintah akan terus hadir dan memastikan bantuan sampai kepada mereka,” katanya.
Wakil Gubernur juga menambahkan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan tersebut terjadi karena doa masyarakat di wilayah itu yang menggerakkan dirinya untuk datang memberikan bantuan.
“Kalau Tuhan sudah menetapkan bantuan diberikan di sini, siapa pun tidak akan menghalanginya. Karena itu, Bapak dan Ibu terus berdoa dan berterima kasih kepada Tuhan, karena semua ini terjadi karena Tuhan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial RI, Roberto Koibur, mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian negara yang hadir secara langsung di tengah masyarakat.
“Kementerian Sosial setelah menerima laporan dari warga langsung merespons dengan menyalurkan bantuan ini. Bantuan tersebut kami bawa bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Ini semua merupakan bentuk kepedulian Presiden dan Kementerian Sosial untuk memperhatikan masyarakat di Papua Pegunungan. Semoga bantuan yang diberikan ini dapat digunakan dengan baik dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di sini,” ujar Roberto. (*).










































