
DEIYAI, TIIrUU.com — Gerakan sejumlah pemuda yang menggelar aksi bersih-bersih sampah di tepian Danau Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, mendapat apresiasi dari Ketua Ikatan Keluarga Besar Wamuyaabadi (IKB-Wamuyaabadi).
Ketua IKB-Wamuyaabadi menilai aksi tersebut merupakan langkah awal yang baik dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya kawasan Danau Tigi.
“Ini adalah sebuah langkah awal yang baik. Saya sebagai Ketua IKB-Wamuyaabadi sangat mengapresiasi sejumlah pemuda yang sudah menggelar kegiatan bersih-bersih sampah di tepian danau,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di kawasan Danau Tigi selama ini masih perlu diperkuat. Karena itu, gerakan yang dilakukan para pemuda dinilai penting untuk membangun kesadaran bersama di tengah masyarakat.
“Sejauh ini belum banyak komunitas atau gerakan yang benar-benar peduli terhadap lingkungan yang bersih. Karena itu, kami memberikan apresiasi terhadap gerakan yang sudah dilakukan oleh para pemuda ini,” katanya.
Ia berharap aksi bersih-bersih tersebut tidak berhenti hanya karena momentum Hari Danau Sedunia, tetapi berkembang menjadi gerakan lingkungan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Semoga gerakan ini tidak hanya hadir pada momentum Hari Danau Sedunia, tetapi dapat menjadi sebuah gerakan berkelanjutan yang bisa melibatkan kami yang lain,” katanya.
Ia secara khusus mendorong agar gerakan tersebut dapat menjangkau wilayah Wakeitei, yang merupakan ibu kota Kabupaten Deiyai. Menurutnya, kawasan perkotaan tersebut juga menghadapi persoalan sampah dan membutuhkan perhatian bersama.
“Terutama kami yang berada di wilayah Wakeitei, ibu kota Kabupaten Deiyai, yang sangat dekat dengan persoalan sampah. Kami berharap ke depan gerakan seperti ini juga dapat melibatkan masyarakat di wilayah tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah pemuda dan komunitas melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah titik tepian Danau Tigi, mulai dari kawasan Tanjung Momaikago hingga Meiyepa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian danau.
Aksi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah di kawasan Danau Tigi tidak hanya membutuhkan peran pemerintah, tetapi juga partisipasi komunitas, pemuda, tokoh masyarakat, serta warga.
Ketua IKB-Wamuyaabadi berharap gerakan tersebut dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga Danau Tigi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Deiyai.
“Kalau gerakan ini dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak, saya yakin kepedulian terhadap lingkungan di Deiyai akan semakin kuat,” tutupnya.










































