Deiyai, Tiiruu.com — Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., memimpin apel penerimaan peserta Jambore Nasional 2026 di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (1/9/2026).
Apel tersebut digelar sebagai bentuk penyambutan sekaligus apresiasi Pemerintah Kabupaten Deiyai kepada para peserta Jambore Nasional yang telah kembali ke Kabupaten Deiyai setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam amanatnya, Bupati Melkianus Mote menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh peserta dapat kembali ke Deiyai dengan selamat.
“Pertama, kita ucapkan terima kasih kepada Tuhan karena kalian bisa kembali dengan selamat. Kedua, terima kasih kepada orang tua yang sudah memberikan izin kepada kalian untuk mengikuti Jambore Nasional,” ujar Bupati.
Bupati juga mengapresiasi para peserta yang telah mengikuti Jambore Nasional dan berhasil membawa pulang pin penghargaan.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan kepramukaan harus dapat diterapkan dan dikembangkan di lingkungan sekolah.
“Kalian sudah mendapatkan pin penghargaan. Kalian merupakan perwakilan sekolah. Saya akan aktifkan kembali Pramuka di sekolah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap kegiatan Pramuka bukan semata-mata dalam bentuk pembagian anggaran, tetapi harus diarahkan untuk menghidupkan dan mengembangkan kegiatan kepramukaan di sekolah.
“Kita punya dana hibah. Dana hibah bukan untuk bagi-bagi uang, tetapi untuk mengaktifkan Pramuka. Saya bisa berikan dukungan untuk itu,” tegasnya.
Bupati berharap para peserta Jambore Nasional dapat menjadi contoh dan calon pemimpin di lingkungan sekolah masing-masing. Ia mendorong mereka untuk berani mengambil peran dalam berbagai kegiatan, termasuk memimpin upacara di sekolah.
“Setelah ini saya berharap kalian bisa memimpin upacara di sekolah. Kalian harus bisa menjadi pemimpin,” pesan Bupati kepada para peserta.
Selain itu, Bupati menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Deiyai untuk mengusulkan penyediaan pakaian Pramuka bagi para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kegiatan kepramukaan di sekolah.
Ia juga menyebutkan adanya tawaran dari Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Provinsi untuk mendukung kegiatan kepramukaan di Deiyai. Pemerintah daerah, kata dia, akan memilih dan memberikan kesempatan kepada orang-orang yang dinilai memiliki kemampuan, dedikasi, serta memberikan kesan positif dalam mengembangkan Pramuka.
Bupati berharap pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti Jambore Nasional tidak berhenti setelah mereka kembali ke Deiyai, tetapi dapat menjadi motivasi untuk terus aktif dalam kegiatan Pramuka dan membangun jiwa kepemimpinan sejak usia sekolah.
“Jadikan pengalaman dari Jambore Nasional ini sebagai bekal untuk menjadi pemimpin di masa depan,” pungkasnya.











































