Nabire, tiiruu.com – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Merauke bersama Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Selatan melaksanakan Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) pada 22–23 Desember 2025. Kegiatan kaderisasi ini berlangsung di Rumah Bina Pankat Klapa 5, Merauke, dan menghasilkan 154 anggota baru.
MAPENTA merupakan pendidikan formal organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pemuda Katolik. Kegiatan ini menjadi tahapan awal kaderisasi dalam membentuk kesadaran ideologis, historis, dan tanggung jawab kader dalam kehidupan menggereja dan bernegara.
Ketua Komda Pemuda Katolik Papua Selatan, Fransiskus Xaverius Imap Wombon, mengatakan MAPENTA bukan sekadar proses penerimaan anggota, tetapi ruang pembentukan jati diri pemuda Katolik.
“MAPENTA adalah pintu masuk kaderisasi. Di sini kader diajak menjawab pertanyaan mendasar: siapa saya, apa itu Pemuda Katolik, dan apa peran saya bagi Gereja dan Negara,” kata Fransiskus kepada tiiruu.com, Selasa (23/12/2025).
Ia menjelaskan, dalam MAPENTA peserta dibekali pemahaman filosofis tentang identitas dan peran pemuda Katolik, serta pemahaman historis tentang keterlibatan pemuda dalam perjuangan bangsa.
“Sejarah Indonesia tidak terlepas dari peran pemuda, mulai dari Sumpah Pemuda 1928 hingga kemerdekaan 1945. Pemuda Katolik lahir sekitar 80 tahun lalu dan mewarisi semangat Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, yakni 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia,” ujarnya.
Menurut Fransiskus, semangat tersebut relevan untuk mendorong kader Pemuda Katolik terlibat aktif dalam pelayanan Gereja sekaligus bertanggung jawab sebagai warga negara, khususnya di Papua Selatan.
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 154 peserta mengikuti seluruh tahapan MAPENTA dan secara resmi dilantik sebagai anggota baru Pemuda Katolik. Para kader baru diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berlandaskan iman, nasionalisme, dan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami berharap kader-kader baru ini tidak berhenti pada seremoni pelantikan, tetapi sungguh terlibat dan hadir menjawab persoalan Gereja, masyarakat, dan bangsa,” kata Fransiskus.
Dengan bertambahnya jumlah anggota, Pemuda Katolik Papua Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi dan peran pemuda Katolik dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan keagamaan di Tanah Papua. (AHY)











































