Beranda ADVERTORIAL BPKAD Deiyai Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten...

BPKAD Deiyai Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai

179
0
Suasana sosialisasi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Deiyai di Kantor BPKAD, Waghete, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini diikuti ASN BPKAD bersama perwakilan OPD sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung transformasi digital, pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Foto: Tiiruu.com
Suasana sosialisasi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Deiyai di Kantor BPKAD, Waghete, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini diikuti ASN BPKAD bersama perwakilan OPD sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung transformasi digital, pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Foto: Tiiruu.com

DEIYAI,Tiiruu.com – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Deiyai menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor BPKAD Kabupaten Deiyai, Waghete, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN BPKAD Kabupaten Deiyai serta sejumlah ASN, staf, dan operator dari OPD Bappeda, Inspektorat, dan BPPRD Kabupaten Deiyai. Sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan sebagai salah satu perangkat pendukung dalam meningkatkan efektivitas kerja dan tata kelola pemerintahan.

Sosialisasi dibuka oleh Kepala BPKAD Kabupaten Deiyai, Warsina, S.IP., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan perlu dipahami dan dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung percepatan transformasi digital serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan merupakan bagian dari perkembangan zaman yang perlu kita respons secara positif. Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memahami dan memanfaatkan teknologi AI secara tepat, efektif, serta bertanggung jawab dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan,” ujar Warsina.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi AI dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance, terutama dalam mempercepat penyediaan informasi, pengolahan data, penyusunan perencanaan, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara lebih efektif dan terintegrasi.

“Teknologi harus menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan pemerintahan. Namun, penggunaannya tetap harus mengedepankan ketelitian, etika, keamanan data, serta tidak mengabaikan tanggung jawab dan pertimbangan manusia,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber dari CV. Pallaka Group melalui Pallaka Techno Makassar, Sulfikar, menjelaskan bahwa sistem pemerintahan berbasis AI di bidang keuangan daerah dirancang untuk mendukung percepatan transformasi digital administrasi pemerintahan serta menjawab kebutuhan pengelolaan APBD yang lebih efektif, terintegrasi, dan transparan.

Menurutnya, pemanfaatan sistem berbasis AI dapat membantu pemerintah daerah dalam menyediakan data monitoring keuangan dan evaluasi anggaran secara lebih cepat, akurat, serta real time bagi pimpinan daerah.

“Pemanfaatan sistem pemerintahan berbasis AI diharapkan dapat mendukung terwujudnya pemerintahan digital yang cerdas atau smart government. Sistem ini juga dapat membantu meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan daerah melalui penyediaan informasi yang lebih responsif,” jelas Sulfikar.

Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat mendukung peningkatan efisiensi pelayanan informasi keuangan bagi masyarakat maupun internal OPD. Selain itu, sistem berbasis AI juga dapat membantu memperkuat akuntabilitas, mencegah penyimpangan anggaran, serta memudahkan proses monitoring terhadap realisasi anggaran.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai peluang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan sebagai perangkat pendukung dalam pengelolaan informasi dan tata kelola pemerintahan. Pemanfaatannya diharapkan dapat membantu mempercepat proses kerja, meningkatkan kualitas data, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah BPKAD Kabupaten Deiyai dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital yang adaptif dan inovatif, khususnya untuk mendukung penguatan tata kelola keuangan daerah, peningkatan transparansi, serta pelayanan pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.