
NABIRE, Tiiruu – United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyampaikan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Kemerdekaan Republik Vanuatu yang diperingati pada 30 Juli 2026. Dalam pernyataan resminya, ULMWP menyebut Vanuatu bukan sekadar negara sahabat di kawasan Pasifik, melainkan rumah persaudaraan bagi bangsa Papua yang selama ini konsisten menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Papua.
Pernyataan tersebut ditandatangani Presiden Eksekutif ULMWP Menase Tabuni, Wakil Presiden Eksekutif Octovianus Mote, dan Sekretaris Eksekutif Markus Haluk. Ketiganya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Vanuatu yang dinilai tetap teguh menjaga komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan Melanesia sejak memperoleh kemerdekaan pada 1980.
ULMWP menilai perjalanan 46 tahun Vanuatu sebagai negara merdeka merupakan bukti bahwa persatuan, keimanan, budaya, dan komitmen bersama mampu menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun sebuah bangsa.
Presiden Eksekutif ULMWP, Menase Tabuni, mengatakan peringatan kemerdekaan Vanuatu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi rakyat negara tersebut, tetapi juga menghadirkan sukacita bagi masyarakat Melanesia, termasuk bangsa Papua.
“Hari ini menjadi sangat istimewa. Empat puluh enam tahun silam, dengan satu tekad bulat, para pendiri bangsa bersama seluruh rakyat Vanuatu bersatu mendeklarasikan kemerdekaan Negara Vanuatu. Berbagai tantangan telah dihadapi, namun ketuhanan, komitmen kolektif, serta pegangan teguh pada nilai-nilai budaya dan Injil telah menjadi perekat sekaligus benteng yang memperkokoh kemerdekaan Vanuatu,” ujar Menase Tabuni dalam pernyataan tertulisnya.
Ia menambahkan, moto nasional Vanuatu, “Long God Yumi Stanap” yang berarti “Di dalam Tuhan kita berdiri”, mencerminkan kekuatan bangsa tersebut dalam menjaga persatuan dan menghadapi berbagai tantangan selama hampir lima dekade terakhir.
Menurut ULMWP, kedekatan Vanuatu dengan bangsa Papua telah terjalin jauh sebelum berbagai isu Papua dibahas di forum-forum regional maupun internasional. Organisasi itu memandang Vanuatu sebagai negara yang terus membuka ruang bagi aspirasi rakyat Papua dan menjaga semangat persaudaraan Melanesia.
Menase mengatakan kebahagiaan rakyat Vanuatu pada hari kemerdekaan juga dirasakan oleh bangsa Papua sebagai bagian dari keluarga besar Melanesia.
“Karena itu, suka cita dan kebahagiaan yang menyelimuti Vanuatu di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-46 ini kami rasakan sebagai milik kami juga. Ia menjadi suka cita bagi rakyat Melanesia di West Papua dan seluruh saudara-saudari Melanesia di berbagai penjuru dunia. Kebahagiaan Vanuatu adalah kebahagiaan kita semua, satu rumpun, satu darah, dan satu masa depan di bawah naungan perdamaian,” katanya.
ULMWP juga menegaskan bahwa Vanuatu memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan perjuangan bangsa Papua. Menurut organisasi tersebut, Vanuatu selama ini bukan hanya menjadi negara sahabat, tetapi juga simbol solidaritas bagi masyarakat Papua.
“Bagi kami di Papua Barat, Vanuatu bukan sekadar negara tetangga, melainkan rumah sejati bagi bangsa Papua. Empat puluh enam tahun kemerdekaan telah menjadikan Vanuatu segalanya bagi kami; ia adalah tempat berpijak, ruang berjuang, dan saksi bisu dari rekonsiliasi, persatuan, serta perjuangan kemerdekaan bangsa Papua,” ujar Menase.
Dalam pernyataannya, ULMWP juga menyampaikan penghargaan terhadap peran Vanuatu di kawasan Pasifik yang dinilai terus mengedepankan penghormatan terhadap budaya, gereja, dan martabat manusia. Organisasi tersebut menilai nilai-nilai tersebut menjadikan Vanuatu sebagai salah satu negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dan keadilan di tingkat internasional.
ULMWP berharap Vanuatu tetap menjadi bangsa yang kokoh dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan terus berdiri bersama bangsa-bangsa yang memperjuangkan keadilan.
“Teruslah berdiri tegak untuk perdamaian, keadilan, dan pembebasan bagi bangsa-bangsa yang tertindas di Pasifik, di dunia, dan khususnya bagi bangsa Papua. Selamat Hari Ulang Tahun ke-46 Kemerdekaan Republik Vanuatu,” tutup Menase Tabuni.
Pernyataan tersebut ditutup dengan doa agar Tuhan senantiasa memberkati para pemimpin, rakyat, dan seluruh bangsa Vanuatu, serta mempererat persaudaraan Melanesia demi terciptanya perdamaian dan keadilan di kawasan Pasifik.










































