
Sorak kemenangan di atas ring Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan Tahun 2026 telah berakhir. Namun, bagi para petinju muda yang tampil dalam ajang perdana tersebut, perjuangan sesungguhnya baru saja dimulai.
Di hadapan para atlet, pelatih, pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), serta masyarakat yang hadir di Gedung Sekolah Minggu GKI Wamena, Senin (10/8/2026), Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyampaikan pesan penting: kemenangan bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal menuju prestasi yang lebih besar.
Menurut John Tabo, para petinju yang berhasil meraih juara tidak boleh cepat puas dengan hasil yang telah dicapai. Mereka harus menjadikan Kejurda Piala Gubernur Cup I sebagai batu loncatan untuk meningkatkan kemampuan dan menatap kompetisi tingkat nasional.
“Jadi bukan kita tunjukkan adu otot, adu hebat. Tidak. Di sini tempatnya untuk kita berprestasi pada posisi yang benar,” ujar John Tabo.
Bagi Gubernur, olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah. Lebih dari itu, olahraga menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, serta wadah bagi generasi muda Papua Pegunungan untuk mengembangkan potensi mereka secara positif.
Ia menilai, kehadiran kegiatan olahraga seperti Kejurda Tinju menjadi bagian penting dalam membangun masa depan anak-anak muda di wilayah pegunungan.
“Kita lakukan kegiatan-kegiatan positif untuk membina mereka. Hari esok mereka lebih baik daripada hari-hari sekarang ini. Jadi adik-adik sekarang fokus berlatih,” katanya.
John Tabo berharap pembinaan atlet tidak hanya dilakukan saat ada pertandingan, tetapi menjadi proses panjang yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, seorang juara tidak lahir dalam satu malam, melainkan melalui latihan, kerja keras, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Menatap Pra-PON dan PON 2028
Dari ring sederhana di Wamena, pemerintah daerah mulai membaca potensi besar para petinju muda Papua Pegunungan. Mereka yang tampil dalam Kejurda kali ini diharapkan menjadi bagian dari generasi atlet yang akan membawa nama daerah ke panggung nasional.
John Tabo meminta para atlet terbaik mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda olahraga yang lebih besar, yakni Pra-PON 2027 dan PON XXII Tahun 2028.
“Adik-adik yang juara-juara ini persiapkan diri. Tahun depan kita persiapkan Pra-PON yang bagus-bagus nanti kita kirim ke PON NTT dan NTB untuk mewakili Papua Pegunungan. Jadi kalian siap,” tegasnya.
Menurutnya, sebagai provinsi baru, Papua Pegunungan harus membangun prestasi olahraga secara bertahap. Semua pihak, mulai dari pemerintah, organisasi olahraga, pelatih hingga atlet harus memiliki komitmen yang sama dalam menciptakan ekosistem olahraga yang kuat.
“Kita punya provinsi baru, kita baru memulai dengan kondisi keadaan seperti ini. Kita semua sama-sama harap maklum. Dari sini kita akan melangkah satu persatu ke depan,” ungkapnya.
Delapan Hari Perjuangan di Atas Ring
Kejurda Tinju Amatir Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi perkembangan olahraga di wilayah tersebut. Ajang yang berlangsung sejak 3 hingga 10 Agustus 2026 ini mempertemukan petinju-petinju muda dari berbagai daerah dengan semangat kompetisi yang tinggi.
Ketua Pertina Provinsi Papua Pegunungan Darmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.
Ia mengatakan, selama delapan hari pelaksanaan pertandingan berjalan aman dan lancar tanpa gangguan berarti.
“Perlu kami laporkan pelaksanaan kegiatan ini dimulai pada tanggal 3 sampai hari ini tanggal 10. Puji Tuhan, dalam perjalanan ini tidak ada gangguan yang dapat mengganggu anak-anak kami bertanding,” kata Darmanto.
Sebanyak 152 atlet dari berbagai kelas ambil bagian dalam kejuaraan perdana tersebut. Selain menjadi ajang perebutan prestasi, Kejurda ini juga menjadi momentum bagi Pertina dan pemerintah daerah untuk menemukan bibit-bibit petinju potensial yang dapat dipersiapkan menuju level yang lebih tinggi.
Medali Bukan Akhir Perjalanan
Penutupan Kejurda ditandai dengan penyerahan medali kepada para pemenang serta dana pembinaan bagi atlet berprestasi. Namun, bagi para juara, penghargaan tersebut bukanlah akhir perjalanan.
Di balik medali yang mereka genggam, ada tanggung jawab besar untuk terus berlatih dan membuktikan bahwa Papua Pegunungan memiliki potensi besar dalam dunia olahraga tinju.
Dari ring Wamena, lahir harapan baru. Para petinju muda kini memiliki tantangan berikutnya: menjaga semangat, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri membawa nama Papua Pegunungan menuju panggung olahraga nasional. (*).










































