
WAMENA,tiiruu.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol meminta seluruh bupati di delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan untuk serius mengambil langkah menghadapi dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Hal tersebut disampaikan Ones Pahabol saat melakukan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak kekeringan di Distrik Walaik dan Walelagama, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (26/8/2026).
Menurut Ones, kondisi kekeringan yang berlangsung hampir empat bulan mulai memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, terutama sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan ancaman munculnya berbagai penyakit.
Ia mengatakan, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan karena sumber air mulai berkurang, sementara tanaman pangan seperti ubi dan tanaman masyarakat lainnya mengalami gangguan akibat kondisi tanah yang kering.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten. Para bupati di delapan kabupaten harus melihat situasi ini dan mengambil langkah bersama untuk membantu masyarakat,” ujar Ones.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperparah kondisi lingkungan, termasuk membakar hutan dengan alasan memancing turunnya hujan.
Menurutnya, kebakaran hutan justru dapat menimbulkan masalah baru bagi masyarakat, terutama gangguan kesehatan dan kerusakan lingkungan.
“Pemerintah mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan api. Mulai dari dalam rumah, penggunaan listrik, maupun aktivitas di luar rumah. Jangan membakar hutan sembarangan karena dampaknya bisa berbahaya,” tegasnya.
Selain ancaman kebakaran, Ones juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi munculnya penyakit akibat kekurangan air bersih seperti diare, ISPA, dan penyakit lainnya.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten akan terus melakukan koordinasi untuk menghadapi situasi tersebut.
“Kita tidak boleh panik, tetapi harus tetap waspada. Pemerintah harus hadir bersama masyarakat menghadapi kondisi ini,” ungkapnya.
Ones juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur dasar agar masyarakat di wilayah terpencil dapat lebih mudah mendapatkan pelayanan pemerintah, terutama akses jalan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya.
Menurutnya, kondisi bencana saat ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan di Papua Pegunungan. (*).










































