
WAMENA,tiiruu.com – Kegiatan Launching Seniman Musisi Papua Pegunungan Menuju Papua Reggae Festival (PRF) Ke-XI di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, tidak hanya menjadi ajang bagi para musisi lokal untuk menunjukkan bakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta masyarakat yang membutuhkan hiburan.
Kegiatan yang menghadirkan para seniman Papua Pegunungan tersebut mendapat antusias dari masyarakat Wamena. Selain menikmati pertunjukan musik dan seni, warga juga ikut merasakan manfaat ekonomi melalui aktivitas jual beli yang dilakukan para pelaku UMKM selama acara berlangsung.
Penanggung jawab kegiatan, Enis Kogoya mengatakan, seni dan UMKM harus berjalan bersama karena keduanya memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Potensi yang kita angkat bukan hanya musik, tetapi juga karya mama-mama kita. Mereka punya hasil kerajinan dan kuliner lokal yang harus mendapat perhatian,” ujar Enis usai penutupan di Jalan Raya Depan Kantor Bupati Jayawijaya, Sabtu, (05/09/2026).
Menurutnya, kegiatan seni seperti ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan yang positif sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan.
Sementara itu, pengunjung kegiatan, Erdinus Wanimbo, SH mengatakan, kehadiran kegiatan tersebut memberikan suasana berbeda bagi masyarakat Wamena. Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang hiburan yang mampu mempererat kebersamaan dan menghadirkan suasana damai.
“Sebagai pengunjung saya merasa kegiatan ini sangat positif. Kami yang datang merasakan kebersamaan dan kedamaian. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Papua Pegunungan ingin hidup dalam suasana yang aman dan nyaman,” katanya.
Ia menilai kegiatan hiburan dan seni seperti ini juga menjadi wadah untuk mengangkat potensi pemuda Papua Pegunungan, khususnya para musisi yang selama ini belum mendapatkan kesempatan tampil.
“Banyak potensi pemuda dan masyarakat Papua Pegunungan yang selama ini terpendam. Dengan kegiatan seperti ini mereka bisa tampil dan menunjukkan kemampuan mereka,” jelasnya.
Erdinus juga memberikan apresiasi kepada pelaku UMKM yang ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran UMKM membuat kegiatan semakin hidup sekaligus membantu masyarakat kecil mendapatkan penghasilan tambahan.
“Teman-teman yang jual pinang, kopi, kacang, jagung dan berbagai makanan lokal sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Perputaran ekonomi berjalan dan masyarakat bisa menikmati manfaatnya,” ungkapnya.
Salah satu pelaku UMKM, Ola Yigibalom mengatakan, kegiatan tersebut memberikan dampak langsung bagi usaha kecil yang mereka jalankan.
“Kami sangat senang karena kegiatan seperti ini membantu masyarakat biasa yang tidak bekerja sebagai PNS. Ada ruang untuk berjualan dan mendapatkan penghasilan,” katanya.
Ola mengungkapkan, kelompok UMKM yang ia kelola dengan jumlah 12 orang merasakan manfaat besar dari kegiatan tersebut. Bahkan, menurutnya, pendapatan mereka meningkat hingga sekitar 80 persen dibandingkan hari biasa.
“Tidak bisa dibilang 100 persen, tetapi dampaknya sangat terasa. Ada peningkatan yang cukup besar, bahkan ada yang bisa mendapatkan tambahan penghasilan jutaan rupiah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan seni dan UMKM, sehingga masyarakat Wamena memiliki ruang hiburan sekaligus peluang meningkatkan ekonomi keluarga.
“Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan karena bukan hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membantu UMKM berkembang,” tutupnya. (*).










































