Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Dekranasda Deiyai Hadiri HUT ke-46 Dekranas di Makassar, Promosikan Kerajinan dan Budaya...

Dekranasda Deiyai Hadiri HUT ke-46 Dekranas di Makassar, Promosikan Kerajinan dan Budaya Lokal

267
0
Rombongan Dekranasda Kabupaten Deiyai tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (7/7/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2026. Keikutsertaan Deiyai dalam ajang nasional tersebut menjadi bagian dari upaya mempromosikan kerajinan khas, budaya lokal, dan produk unggulan UMKM Kabupaten Deiyai kepada masyarakat Indonesia. (Foto: Humas Dekranasda Kabupaten Deiyai)
Rombongan Dekranasda Kabupaten Deiyai tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (7/7/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2026. Keikutsertaan Deiyai dalam ajang nasional tersebut menjadi bagian dari upaya mempromosikan kerajinan khas, budaya lokal, dan produk unggulan UMKM Kabupaten Deiyai kepada masyarakat Indonesia. (Foto: Humas Dekranasda Kabupaten Deiyai)

Makassar, tiiruu.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, tiba di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/7/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang mempertemukan pengurus Dekranas dan Dekranasda dari seluruh Indonesia.

Rombongan Dekranasda Deiyai yang tiba melalui Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin disambut panitia pelaksana bersama peserta dari berbagai daerah. HUT Dekranas tahun ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan menjadi ajang promosi hasil kerajinan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan jejaring antardaerah.

Ketua Dekranasda Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM., mengatakan keikutsertaan Deiyai dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan potensi kerajinan dan kekayaan budaya masyarakat Deiyai kepada pasar yang lebih luas.

“Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen untuk terus mendorong pengembangan kerajinan lokal dan ekonomi kreatif masyarakat Deiyai. Kami berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal, sehingga dapat membuka peluang kerja sama dan memperluas pemasaran bagi para perajin,” kata Fransina.

Menurut Fransina, sektor kerajinan memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat apabila didukung dengan promosi, peningkatan kualitas produk, serta akses pasar yang memadai. Karena itu, momentum HUT Dekranas dinilai menjadi ruang strategis bagi daerah untuk memperkenalkan identitas budaya melalui produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Selama kegiatan berlangsung, Dekranasda Deiyai akan menampilkan berbagai produk kerajinan khas yang dibuat oleh para perajin lokal. Produk-produk tersebut diharapkan mampu menarik minat pengunjung maupun pelaku usaha sehingga membuka peluang kemitraan dan pemasaran di tingkat nasional.

Selain pameran kerajinan, HUT ke-46 Dekranas juga diisi dengan promosi UMKM, pertunjukan seni budaya, forum pembinaan, serta diskusi mengenai pengembangan industri kerajinan nasional yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para perajin untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan daya saing produk daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Deiyai, keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi budaya, tetapi juga bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Pemerintah berharap hasil keikutsertaan dalam HUT Dekranas dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas perajin, kualitas produk, dan akses pasar yang lebih luas.

HUT ke-46 Dekranas dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari di Kota Makassar dengan melibatkan peserta dari seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia. Forum ini menjadi salah satu agenda nasional yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan komunitas perajin dalam mendorong industri kerajinan Indonesia yang lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.