Nabire, tiiruu.com – Lingkar Study Revolusioner Papua akan menggelar diskusi publik bertajuk “Perempuan Papua di Tengah Ancaman Operasi Militer” pada Jumat, 20 Februari 2026 di Para-Para Buku, Perumnas III Waena, mulai pukul 15.00 WP hingga selesai.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang belajar bersama untuk membahas situasi perempuan Papua di tengah meningkatnya konflik, operasi militer, dan perampasan ruang hidup di tanah Papua.
Koordinator kegiatan, Jefri Wenda, menyampaikan bahwa diskusi ini bertujuan membuka ruang refleksi kritis mengenai dampak kekerasan struktural terhadap perempuan Papua.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar bersama untuk memahami bagaimana perempuan Papua mengalami dampak langsung dari konflik, perampasan tanah, dan dominasi kekuasaan,” ujarnya.
Menurut panitia, diskusi ini akan mengulas berbagai bentuk kekerasan yang dialami perempuan, baik secara verbal maupun nonverbal, termasuk dampak sosial dari operasi militer dan perubahan struktur kehidupan masyarakat adat.
Kegiatan ini juga menghadirkan Tonny sebagai pemantik diskusi yang akan mengantar peserta pada pembahasan situasi perempuan Papua dalam konteks politik, ekonomi, dan sosial.
Penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi ruang solidaritas, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kesadaran kolektif masyarakat.
“Diskusi ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar, berdialog, dan memahami realitas yang dihadapi perempuan Papua saat ini,” kata panitia dalam keterangan tertulis.
Acara ini diselenggarakan oleh Lingkar Study Revolusioner Papua dan terbuka untuk umum.











































