DEIYAI, Tiiruu.com – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Agama Provinsi Papua, Benior Pakage, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Deiyai atas pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk pembangunan asrama Sekolah Teologi di Kampung Gakokebo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai.
Apresiasi tersebut disampaikan Benior Pakage saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan asrama pada Selasa (4/8/2026). Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat dan gereja yang sebelumnya dihimpun MRP melalui kegiatan penyerapan aspirasi.
Ia menjelaskan, aspirasi tersebut kemudian disampaikan kepada Bupati Deiyai dan mendapat respons positif hingga akhirnya direalisasikan melalui program pembangunan yang didanai dari Dana Otsus.
“Ini merupakan salah satu pergumulan yang kami dengar saat melakukan penyerapan aspirasi. Aspirasi itu kami sampaikan kepada Bapak Bupati Deiyai, dan beliau merespons dengan baik serta mewujudkannya melalui pembangunan asrama ini,” kata Benior Pakage kepada Tiiruu.com.
Benior menuturkan, keberadaan asrama sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pendidikan para calon pelayan gereja yang berasal dari berbagai daerah di Papua Tengah. Menurutnya, Sekolah Teologi Gakokebo saat ini telah menampung peserta didik dari sedikitnya tujuh suku di Papua, seperti suku Dani, Damal, Amungme, Mee, Moni, serta beberapa suku lainnya.
Ia mengatakan para siswa telah mengikuti pendidikan sejak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), sehingga fasilitas asrama menjadi kebutuhan penting untuk mendukung proses pembinaan karakter, pembelajaran, dan kehidupan sehari-hari para peserta didik.
“Kami merasa sangat senang karena pembangunan asrama ini dapat berjalan dengan baik. Ini menjadi bukti bahwa Dana Otsus benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan gereja di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Benior berharap program-program yang bersumber dari Dana Otsus terus diarahkan pada sektor-sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama pendidikan, keagamaan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat adat.
Menurutnya, pemanfaatan Dana Otsus yang tepat sasaran akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua sekaligus memperkuat pelayanan gereja dan pembangunan di daerah.
“Harapan kami, Dana Otsus terus digunakan untuk program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Papua,” tutupnya.











































