Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Bupati Puncak Berangkatkan 317 Anak Asli Puncak ke Semarang, Prioritaskan Pengembangan SDM

Bupati Puncak Berangkatkan 317 Anak Asli Puncak ke Semarang, Prioritaskan Pengembangan SDM

358
0

Nabire, tiiruu.com – Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, memberangkatkan 317 anak asli Puncak untuk mengikuti program pendidikan dan pembinaan di Semarang, Jawa Tengah. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan Kabupaten Puncak.

 

Program itu dijalankan di bawah kepemimpinan Bupati Puncak, Elvis Tabuni, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Natali Agapal, S.T. Pemerintah Kabupaten Puncak menempatkan pembangunan manusia sebagai salah satu prioritas utama, dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan di luar Papua.

 

Bupati Puncak Elvis Tabuni mengatakan pengembangan SDM merupakan fondasi penting dalam membangun daerah. Menurutnya, kemajuan Kabupaten Puncak tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi daerah pada masa mendatang.

 

“Anak-anak ini adalah harapan Kabupaten Puncak. Mereka kami kirim untuk belajar, membangun karakter, menambah wawasan, dan memperoleh keterampilan agar kelak kembali membangun daerah serta melayani masyarakat,” kata Elvis Tabuni belum lama ini.

 

Ia menjelaskan pemerintah daerah akan terus mendorong program peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda asli Papua sebagai bagian dari visi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Natali Agapal mengatakan kesempatan belajar di luar daerah harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta. Ia berharap seluruh peserta menjaga disiplin, kesehatan, serta nama baik Kabupaten Puncak selama mengikuti proses pendidikan.

 

“Kami berharap adik-adik dapat belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik daerah, dan kembali dengan ilmu pengetahuan serta pengalaman yang berguna bagi pembangunan Kabupaten Puncak,” ujarnya.

 

Pemberangkatan ratusan pelajar tersebut juga mendapat dukungan dari masyarakat. Salah seorang warga, Delis Murib, melalui unggahan di media sosial Facebook, menyampaikan doa dan harapan bagi para peserta.

 

“Tetap semangat untuk masa depan yang cerah, adik-adikku. Doa kami menyertai kalian,” tulis Deliz.

 

Menurut Pemerintah Kabupaten Puncak, program tersebut dirancang untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak asli Puncak, sekaligus membekali mereka dengan kompetensi akademik, keterampilan, dan pengalaman yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di masa depan.

 

Selain pendidikan formal, para peserta juga akan mengikuti pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan. Pemerintah berharap setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dapat kembali ke Kabupaten Puncak untuk berkontribusi dalam pembangunan di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, ekonomi, dan pelayanan masyarakat.

 

Melalui program itu, Pemerintah Kabupaten Puncak menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi pada pembangunan manusia sebagai bagian dari strategi mewujudkan generasi Papua yang cerdas, mandiri, dan mampu bersaing, tanpa meninggalkan identitas budaya dan nilai-nilai lokal.