Beranda EKONOMI MRP Papua Tengah Apresiasi Pembangunan Pasar Mama-Mama Papua dan Galeri Budaya oleh...

MRP Papua Tengah Apresiasi Pembangunan Pasar Mama-Mama Papua dan Galeri Budaya oleh Pemkab Deiyai

230
0
Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., bersama Tim Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah meninjau perkembangan pembangunan Pasar Mama-Mama Papua di Waghete, tepatnya di belakang Kantor Bank Papua Cabang Waghete, Kabupaten Deiyai, Selasa (4/8/2026).

 

DEIYAI,tiiruu.com — Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., bersama Tim Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah meninjau perkembangan pembangunan Pasar Mama-Mama Papua di Waghete, tepatnya di belakang Kantor Bank Papua Cabang Waghete, Kabupaten Deiyai, Selasa (4/8/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dilaksanakan oleh MRP Provinsi Papua Tengah di Kabupaten Deiyai.

Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, Tim MRP Papua Tengah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Bupati Deiyai. Dalam koordinasi tersebut, Bupati kemudian mengarahkan Tim MRP untuk melihat secara langsung sejumlah pembangunan fisik yang sedang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Deiyai dengan memanfaatkan Dana Otonomi Khusus.

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesesuaian program pembangunan dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus, khususnya dalam aspek perlindungan, keberpihakan, dan pemberdayaan Orang Asli Papua.

Salah satu pembangunan yang ditinjau adalah Pasar Mama-Mama Papua, yang disiapkan sebagai ruang ekonomi bagi mama-mama Papua untuk menjalankan aktivitas perdagangan secara lebih layak dan berkelanjutan.

Ketua Pokja Perempuan MRP Papua Tengah sekaligus Ketua Tim Sosialisasi Undang-Undang Otsus, Debora Mote, memberikan apresiasi kepada Bupati Deiyai atas pembangunan pasar tersebut.

Menurut Debora, pembangunan fasilitas ekonomi yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat sebagaimana semangat yang terkandung dalam Undang-Undang Otonomi Khusus.

“Pemberdayaan masyarakat itu yang seperti ini. Kalau Pak Bupati membagikan uang, hanya beberapa orang yang merasakan dan manfaatnya pun hanya sebentar. Akhirnya orang mengatakan Otonomi Khusus gagal karena pembangunan fisik yang memberikan manfaat jangka panjang seperti ini tidak dibuat,” ujar Debora.

Ia menilai pembangunan Pasar Mama-Mama Papua merupakan jawaban atas kebutuhan dan kerinduan mama-mama Papua untuk memiliki tempat berjualan yang layak.

“Secara pribadi, saya sudah beberapa kali menjadi anggota MRP Papua dan sekarang di MRP Papua Tengah. Namun, belum ada kepala daerah yang mau membangun Pasar Mama-Mama Papua seperti ini. Saya sangat mengapresiasi Bupati Deiyai karena telah menjawab kerinduan mama-mama ini,” katanya.

Debora menambahkan, pembangunan pasar tersebut menunjukkan adanya komitmen Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam menerjemahkan semangat Otonomi Khusus melalui program yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menyampaikan bahwa pembangunan Pasar Mama-Mama Papua ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2026 apabila tidak terdapat kendala dalam proses pengerjaannya.

“Kalau tidak ada kendala, dalam tahun ini akan selesai,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa pembangunan pasar tersebut juga menjadi bagian dari program pemerintah daerah yang mendapat perhatian dalam berbagai pembahasan bersama DPR Otsus.

Menurutnya, desain Pasar Mama-Mama Papua dirancang dengan memperhatikan konteks budaya dan kebiasaan masyarakat Deiyai. Bentuk serta tata ruang pasar akan disesuaikan dengan pola aktivitas mama-mama yang selama ini berjualan secara tradisional di pasar lama.

“Desain pasar ini sangat kontekstual dengan budaya di Deiyai. Bentuknya nanti dibuat berlantai seperti mama-mama biasa berjualan di pasar yang lama,” jelasnya.

Bupati berharap pembangunan pasar tersebut dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan serta membuka ruang yang lebih layak bagi mama-mama Papua untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Peninjauan pembangunan Pasar Mama-Mama Papua dilakukan setelah rombongan mengikuti prosesi peletakan batu pertama pembangunan Asrama SMPTK YPPGI Trotman Baida di Gakokebo. Setelah meninjau pembangunan pasar, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Galeri Budaya Kabupaten Deiyai.

Turut mengikuti peninjauan tersebut, Asisten II Setda Deiyai Mesak Pakage, S.Sos., Asisten III Setda Deiyai Daniel Bunai, S.T., sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Tim MRP Papua Tengah.

Tim MRP Papua Tengah yang hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Debora Mote, Ketua Pokja Perempuan sekaligus Ketua Tim Sosialisasi Undang-Undang Otsus; Beni Wenior Pakage, S.H., M.H., Ketua Pokja Agama; Meliana Edowai, Sekretaris Pokja Adat; Yakobus Takimai, Anggota Pokja Agama; serta Thomas Mutaweyau, Anggota Pokja Adat MRP Provinsi Papua Tengah.

Melalui pembangunan Pasar Mama-Mama Papua, Pemerintah Kabupaten Deiyai terus mendorong pelaksanaan Otonomi Khusus yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan ruang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua secara Berkelanjutan. (*).