Waghete, tiiruu.com – Ikatan Keluarga Besar (IKB) Wamuya Abadii menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-II pada Sabtu (12/4/2026) di Aula Sisal Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi, Paroki Waghete, Kabupaten Deiyai. Kegiatan berlangsung lancar, aman, dan penuh khidmat dengan dihadiri berbagai elemen masyarakat.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua KNPI, tokoh adat, tokoh gereja, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta masyarakat dari wilayah Wamuya Abadii yang meliputi Waghete, Mugouda, Yabadimi, Yaba, Atouda, Bagou, Diita, dan Ikiyauwo.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Deiyai, Hari G. Sitorus, dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan harapan agar organisasi Wamuya Abadii dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
“Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap Ikatan Keluarga Besar Wamuya Abadii dapat menjadi mitra kerja sama yang baik dan solid dalam menjaga stabilitas daerah, menuju Deiyai yang aman dan tertib,” kata Sitorus.
Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi dalam melahirkan pemimpin baru yang berintegritas dan memiliki kapasitas. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan harus berjalan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
Sitorus mengingatkan agar seluruh proses dan kegiatan dalam organisasi tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain itu, ia mengajak seluruh peserta musyawarah untuk mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan dan demokrasi dalam setiap pengambilan keputusan.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun harus diarahkan untuk tujuan bersama, yakni kemajuan organisasi dan memperkuat persatuan, bukan untuk memicu perpecahan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Mubes II ini menjadi momentum penting bagi IKB Wamuya Abadii dalam memperkuat konsolidasi internal organisasi serta menentukan arah kepemimpinan dan program kerja ke depan.
Pantauan di lokasi, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib hingga akhir acara, dengan semangat kebersamaan yang kuat di antara peserta musyawarah.








































