Beranda POLHUKAM Dinas Tenaga Kerja Deiyai Klaim Berhasil Latih Pemuda dan Daftarkan 5.000 Warga...

Dinas Tenaga Kerja Deiyai Klaim Berhasil Latih Pemuda dan Daftarkan 5.000 Warga ke BPJS Ketenagakerjaan

150
0
Oplus_16908288

Waghete, tiiruu.com — Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deiyai membeberkan sejumlah capaian kerja selama satu tahun terakhir sejak dipimpin Kepala Dinas Tenaga Kerja Deiyai, Ernest Kotouki, SE. Sejumlah program yang diklaim berhasil dijalankan antara lain pelatihan otomotif dan komputer bagi pemuda asli Deiyai, pendaftaran ribuan warga ke BPJS Ketenagakerjaan, hingga persiapan penerapan aplikasi Pasar Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Deiyai, Ernest Kotouki, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah mendapat kepercayaan dari Bupati Deiyai, Melkianus Mote, dan Wakil Bupati Ayub Pigome pada awal 2025.

 

“Setelah kami dipercayakan oleh Bupati Deiyai, kami sedang berusaha bangun Deiyai, lebih khusus tenaga kerja. Ini pekerjaan berat karena harus berpikir nasib hidup banyak orang,” kata Kotouki saat ditemui di ruang kerjanya di Waghete, Kamis (21/5/2026).

 

Menurut Kotouki, sepanjang 2025 lalu pihaknya mengirim sejumlah pemuda Deiyai ke Jayapura untuk mengikuti pelatihan otomotif, khususnya bongkar pasang mobil dan motor. Selain itu, beberapa pemuda juga mengikuti pelatihan komputer.

 

Ia menjelaskan, hasil dari pelatihan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pembukaan bengkel servis mobil di Deiyai yang direncanakan oleh pemerintah daerah. Tenaga kerja di bengkel itu nantinya merupakan anak-anak asli Deiyai yang telah mengikuti pelatihan.

 

“Mobil saya sudah mereka perbaiki dan sangat baik sekali. Maka setelah buka servis mobil ini, semua mobil milik pejabat Deiyai dan siapa pun bisa perbaiki di situ. Kita harus berdayakan anak-anak daerah,” ujarnya.

 

Selain pelatihan kerja, Dinas Tenaga Kerja Deiyai juga mulai menyiapkan penerapan aplikasi Pasar Kerja yang merupakan program prioritas Kementerian Ketenagakerjaan. Kotouki mengatakan aplikasi tersebut menjadi platform digital yang mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja secara lebih efisien.

 

“Aplikasi Pasar Kerja ini adalah platform digital yang mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja secara efisien. Semua pencari kerja dari seluruh Indonesia termasuk kita di Deiyai akan mencari kerja melalui aplikasi ini,” katanya.

 

Ia menambahkan, pihaknya bersama dinas tenaga kerja dari kabupaten lain di Provinsi Papua Tengah telah beberapa kali bertemu dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk membahas tindak lanjut program tersebut.

 

Untuk mendukung operasional aplikasi, Dinas Tenaga Kerja Deiyai telah melakukan pengadaan komputer dan dalam waktu dekat akan menambah jaringan internet Starlink.

 

“Untuk kerja aplikasi tersebut, kami baru saja melakukan pengadaan berupa komputer. Dalam waktu dekat kami akan pengadaan jaringan internet Starlink lagi. Tenaganya, kami sudah siap,” ujar Kotouki.

 

Kotouki juga menegaskan komitmennya membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat Deiyai untuk memperoleh informasi lowongan kerja, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

 

Pada kesempatan itu, ia turut menyinggung Surat Edaran Bupati Deiyai yang diterbitkan pada 2025 kepada seluruh perusahaan dan pelaku usaha di wilayah Deiyai. Surat edaran tersebut meminta agar perusahaan memprioritaskan putra-putri asli Deiyai dalam perekrutan tenaga kerja.

 

Menurut Kotouki, kebijakan tersebut penting mengingat masih banyak anak muda Deiyai yang menganggur, baik lulusan sekolah maupun sarjana.

 

“Terkait ini, kami akan terus koordinasi dengan BUMN, BUMD, serta tempat usaha yang ada di Deiyai. Mereka harus patuh sama pemerintah karena mereka semua ada di bawah pengawasan Pemerintah Kabupaten Deiyai,” katanya.

 

Ia menegaskan, perusahaan maupun pelaku usaha yang beroperasi di Deiyai wajib memberdayakan tenaga kerja lokal.

 

“Banyak anak muda Deiyai yang menganggur. Perusahaan dan usaha apa pun yang ada di Deiyai wajib utamakan anak asli Deiyai. Jangan bawa orang dari luar terus. Harus berdayakan anak-anak asli Deiyai,” tegasnya.

 

Selain program ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Deiyai juga disebut telah menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kotouki mengatakan program tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Deiyai karena dinilai sangat membantu masyarakat.

 

“Pemerintah Kabupaten Deiyai sudah kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Ini manfaatnya sangat baik untuk masyarakat Deiyai. Maka sejak tahun lalu, Bupati selalu gencar meminta kepada masyarakat Deiyai untuk daftarkan diri dan miliki BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

 

Kotouki menjelaskan, terdapat tiga manfaat utama BPJS Ketenagakerjaan, yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan bantuan subsidi upah. Namun, untuk Deiyai saat ini baru dua program yang berjalan.

 

“Untuk kita di Deiyai baru jalan dua saja, yakni jaminan kecelakaan dan jaminan kematian. Sementara bantuan subsidi upah tahun kemarin ada, tetapi dikembalikan karena ada masalah di Kantor Pos. Namun, sudah kami usulkan agar setiap tahun ada di Deiyai,” katanya.

 

Hingga kini, kata Kotouki, jumlah warga Deiyai yang telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan mencapai lebih dari 5.000 orang. Sementara target yang diusulkan pemerintah daerah sebanyak 15.000 peserta.

 

Ia pun mengajak para pelaku usaha kecil, pedagang, nelayan, sopir, hamba Tuhan, dan masyarakat umum untuk segera mendaftarkan diri.

 

“Kartu BPJS ini manfaatnya sangat besar. Setiap hari kami selalu layani. Mari datang ke kantor untuk urus BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.