JAKARTA,tiiruu.com – Anggota Komite Eksekutif Presiden RI untuk Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, mendorong peningkatan investasi asing di sektor kakao (cokelat) Papua, khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan langsung dengan jajaran Pemerintah Inggris dan para ahli investasi komoditas berkelanjutan di Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia.
Pertemuan berlangsung selama sekitar dua jam di ruang rapat utama Kedutaan Besar Inggris, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/01/2025).
Dalam pertemuan itu, Billy yang juga Peneliti Kebijakan Ekonomi di Pusat Kajian Daya Saing ASEAN Batam, memperkenalkan potensi kakao Papua sekaligus meminta dukungan peningkatan investasi langsung dari Eropa, khususnya investor asal Inggris.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan awal yang akan segera ditindaklanjuti. Salah satunya adalah rencana mempertemukan langsung investor Inggris dengan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Januari 2026.
Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat investasi sektor pertanian sebagai strategi percepatan pembangunan ekonomi Papua, termasuk melalui hilirisasi komoditas unggulan daerah.
“Papua memiliki potensi kakao yang sangat besar. Yang kita dorong hari ini bukan sekadar peningkatan produksi, tetapi penguatan ekosistem dari hulu ke hilir agar kakao Yapen dapat masuk ke rantai pasok global secara berkelanjutan,” kata Billy Mambrasar.
Berdasarkan data pemerintah daerah, hampir 1.000 hektare lahan kakao akan dikembangkan di Kepulauan Yapen.
Kawasan Rosbori Windesi di Distrik Windesi diproyeksikan menyumbang sekitar 56 persen produksi kakao daerah, meskipun hanya mencakup sekitar 16 persen dari total luas lahan kakao.
Tingginya produktivitas tersebut dinilai layak dikembangkan sebagai sentra kakao fermentasi berkualitas ekspor.
Billy menegaskan, pengembangan kakao Papua harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.
“Kerja sama dengan Pemerintah Inggris kami arahkan pada transfer pengetahuan, peningkatan kualitas, akses pembiayaan, serta pembukaan pasar. Tujuannya agar petani Papua tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi memperoleh nilai tambah yang adil,” ujarnya.
Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy dan Wakil Bupati Roy Palunga, yang berkomitmen menjadikan kakao sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.
Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Inggris menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki kerja sama di sektor komoditas berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi kakao Papua di pasar global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Hubungan Billy Mambrasar dengan Pemerintah Inggris sendiri telah terjalin sejak lama. Ia memiliki rekam jejak pendidikan internasional, termasuk menempuh studi di University of London London School of Economics (LSE) dan University of Oxford. Selain itu, Billy juga pernah berkarier hingga level manajerial di perusahaan energi asal Inggris, British Petroleum, sebelum terjun ke dunia ekonomi, investasi, dan kebijakan publik.
Latar belakang akademik dan profesional tersebut memperkuat perannya dalam menjembatani diplomasi ekonomi dan investasi berkelanjutan bagi Papua, (*).









































