Deiyai, tiiruu.com — Pemerintah Kabupaten Deiyai resmi menunjuk Gereja Katolik Kabupaten Deiyai sebagai panitia pelaksana kegiatan Obor Paskah Pemerintah Daerah tahun 2026. Penunjukan itu dilakukan oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST bersama Wakil Bupati Ayub Pigome dalam pertemuan yang berlangsung di Ruangan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai pada Selasa, 17 Maret 2026.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah juga menunjuk Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Yan Koto, sebagai Ketua Panitia Obor Paskah Pemda Deiyai 2026.
Bupati Deiyai, Melkianus Mote mengatakan penunjukan Gereja Katolik sebagai panitia merupakan bentuk kepercayaan pemerintah daerah kepada gereja untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan Paskah yang dapat mempererat persaudaraan dan membangun nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Kami memberikan kepercayaan kepada Gereja Katolik Kabupaten Deiyai untuk menjadi panitia Obor Paskah tahun 2026. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi momentum mempererat persaudaraan serta membawa damai bagi seluruh masyarakat Deiyai,” kata Mote.
Menurut Mote, perayaan Paskah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga sebagai momentum refleksi iman bagi umat Kristen untuk memperbarui kehidupan dan memperkuat komitmen dalam membangun masyarakat yang rukun dan sejahtera.
Sementara itu, Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome, mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Obor Paskah karena memiliki nilai spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat.
Pigome mengatakan tema Paskah tahun ini mengajak umat untuk memperbarui kehidupan dan memperkuat relasi dengan Tuhan serta sesama manusia.
“Tema Paskah tahun ini mengingatkan kita semua bahwa kebangkitan Kristus adalah panggilan untuk memperbarui kehidupan kita sebagai manusia, hidup dalam kasih, serta menjadi pembawa damai di tengah masyarakat,” ujarnya.
Perayaan Paskah 2026 mengusung tema *“Kristus Bangkit Memperbarui Kemanusiaan Kita”* yang diambil dari 2 Korintus 5:17. Tema tersebut merupakan tema oikumenis nasional yang juga ditetapkan oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia sebagai refleksi bersama umat Kristen di Indonesia.
Tema ini menekankan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan dasar pembaruan hidup manusia untuk menjadi ciptaan baru yang hidup dalam kasih, keadilan, dan perdamaian.
Dalam refleksi Paskah 2026, umat diajak untuk mewujudkan solidaritas sosial, menjalani hidup sederhana atau ugahari, serta berperan aktif menghadirkan damai di tengah masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan sosial.
Selain itu, beberapa panduan pastoral juga menekankan pentingnya kesadaran ekologis dalam perayaan Paskah, yakni memahami kebangkitan Kristus sebagai panggilan untuk ikut merawat dan memulihkan alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.
Ketua Panitia Obor Paskah Pemda Deiyai 2026, Koto, mengatakan pihaknya siap menjalankan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah daerah dengan melibatkan berbagai unsur gereja dan masyarakat.
“Kami akan berupaya mempersiapkan kegiatan ini dengan baik, agar perayaan Obor Paskah dapat menjadi momen kebersamaan, iman, dan persaudaraan bagi seluruh masyarakat Deiyai,” katanya.
Ia juga berharap dukungan dari pemerintah daerah, gereja-gereja, serta masyarakat agar pelaksanaan kegiatan Paskah tahun ini dapat berjalan lancar dan membawa berkat bagi Kabupaten Deiyai.









































