Beranda POLHUKAM Mama Lansia Ditembak di Dogiyai, Mama-Mama Papua Desak Pertanggungjawaban Aparat

Mama Lansia Ditembak di Dogiyai, Mama-Mama Papua Desak Pertanggungjawaban Aparat

237
0

Nabire, tiiruu.com – Dugaan penembakan terhadap seorang perempuan lanjut usia, Yulita Ester Pigai (60), di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, memicu reaksi keras dari masyarakat sipil. Peristiwa tersebut menjadi sorotan dalam aksi demonstrasi damai yang digelar Front Rakyat Bergerak di Nabire, Selasa (7/4/2026), dengan mama-mama Papua tampil di barisan depan menyuarakan tuntutan keadilan.

 

Aksi yang dipusatkan di Pasar Karang Nabire itu diwarnai orasi yang menuntut aparat kepolisian bertanggung jawab atas insiden yang dinilai sebagai pelanggaran kemanusiaan. Para peserta aksi menilai tindakan kekerasan terhadap warga sipil, terlebih terhadap perempuan lanjut usia, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

 

“Saya mewakili mama-mama Papua meminta kepolisian bertanggung jawab atas penembakan terhadap mama Pigai di Dogiyai,” kata salah satu orator dalam aksi tersebut.

 

Ia juga menyampaikan bahwa peristiwa tersebut telah melukai rasa kemanusiaan masyarakat Papua, khususnya para perempuan yang merasa tidak lagi mendapatkan perlindungan.

 

“Manusia yang dibunuh itu bukan milik polisi, tetapi milik Tuhan. Kami ini ibu dari anak-anak Papua. Kami salah apa?” ujarnya dengan suara bergetar.

 

Selain menuntut kejelasan kasus penembakan Yulita Ester Pigai, massa aksi juga menyoroti insiden lain yang terjadi di Dogiyai, yakni penembakan terhadap seorang anak berusia 11 tahun, Maikel Pekei. Mereka menilai rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam pendekatan aparat keamanan terhadap masyarakat sipil.

 

Seorang peserta aksi mengatakan, peristiwa kekerasan yang berulang telah menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Ia mempertanyakan jaminan keamanan bagi warga sipil di wilayah tersebut.

 

“Kalau ini terus terjadi, di mana rasa aman bagi kami?” katanya.

 

Massa aksi juga mendesak Kapolres Dogiyai untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait insiden tersebut. Mereka menilai tidak boleh ada upaya menutup-nutupi kasus yang menyangkut nyawa manusia.

 

Dalam pernyataan tidak langsungnya, para peserta aksi menegaskan bahwa aparat penegak hukum seharusnya hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan sebaliknya menjadi sumber ketakutan. Mereka juga meminta adanya proses hukum yang transparan dan akuntabel terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penembakan tersebut.

 

Kasus ini kembali menegaskan tuntutan masyarakat Papua akan keadilan dan transparansi penegakan hukum. Tanpa adanya penjelasan terbuka serta langkah hukum yang tegas, kepercayaan publik terhadap institusi keamanan dikhawatirkan akan terus menurun, sementara luka sosial di tengah masyarakat kian mendalam.