Beranda POLHUKAM AWEP Gelar KKR Ratapan dan Pemulihan Bangsa Papua di Sinak Akhir Mei

AWEP Gelar KKR Ratapan dan Pemulihan Bangsa Papua di Sinak Akhir Mei

496
0

Nabire, tiiruu.com – Aliance Women Ester Papua (AWEP) akan menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk Ratapan dan Pemulihan Bangsa Papua pada 29–31 Mei 2026 di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Kegiatan itu akan melibatkan para pengungsi dari 10 distrik di Kabupaten Puncak yang saat ini berada di Sinak akibat situasi konflik bersenjata yang masih terjadi di wilayah tersebut.

 

Ketua Panitia pelaksana, Eka Kristina Yeimo, mengatakan kegiatan itu digelar sebagai ruang doa bersama sekaligus pemulihan spiritual dan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak konflik di Kabupaten Puncak.

 

“KKR ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pengungsi di Puncak, khususnya mama-mama dan anak-anak yang selama ini hidup dalam situasi ketakutan dan keterbatasan. Kami ingin menghadirkan penguatan iman dan pemulihan bagi masyarakat Papua,” kata Yeimo kepada tiiruu.com, Kamis (21/5/2026).

 

Yeimo yang juga anggota DPD RI perwakilan Provinsi Papua Tengah itu mengatakan AWEP mengajak seluruh umat Kristiani di wilayah Papua Tengah untuk mendukung kegiatan tersebut melalui doa maupun keterlibatan langsung selama pelaksanaan KKR.

 

Menurut dia, kegiatan itu tidak hanya berfokus pada ibadah kebangunan rohani, tetapi juga menjadi momentum solidaritas kemanusiaan bagi para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik berkepanjangan di Kabupaten Puncak.

 

Ia menjelaskan para pengungsi yang akan mengikuti kegiatan tersebut berasal dari 10 distrik di Kabupaten Puncak yang selama beberapa waktu terakhir mengungsi ke Sinak untuk mencari perlindungan dan akses kebutuhan dasar.

 

“Melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan bahwa masyarakat Papua tidak sendiri. Mereka perlu didengar, didampingi, dan dikuatkan dalam menghadapi situasi yang sulit,” ujarnya.

 

AWEP, lanjut Yeimo, berharap kegiatan tersebut dapat berjalan aman dan lancar serta mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, gereja, dan masyarakat setempat.

 

Selain ibadah dan doa bersama, panitia juga berencana mengadakan pelayanan rohani, penguatan bagi perempuan dan anak-anak, serta doa khusus untuk perdamaian dan pemulihan Tanah Papua.

 

Situasi keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Puncak dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan ribuan warga mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman, termasuk ke Distrik Sinak. Kondisi itu berdampak pada aktivitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat setempat.